<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24523">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penegakan Hukum Pelaku Tindak Pidana Penganiayaan Berat Karena Halusinasi Di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARSELINUS MARDI ANTO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDEPEL PETRUS LEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. KAROLUS KOPONG MEDAN, S.H.,M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 90 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Permasalahan yang sering terjadi di kalangan masyarakat yaitu kejahatan seperti penganiayaan. Kejahatan terhadap tubuh menyebabkan timbulnya rasa sakit, luka berat bahkan dapat mengakibatkan kematian. Realita yang terjadi bahwa tidak semua kejahatan dilakukan oleh orang yang jiwanya normal namun, perkembangannya di Indonesia muncul beberapa kasus pidana yang dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan jiwa. Salah satu bentuk gangguan jiwa yang dialami oleh pelaku kejahatan ialah halusinasi. yakni seseorang memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada objek atau rangsangan yang nyata dan berakibat kehilangan kontrol diri, yang mana dalam situsi ini dia dapat melakukan bunuh diri, membunuh orang lain, bahkan merusak lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penegakan hukum terhadap pelaku penganiayaan berat karena halusinasi di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai dalam kaitannya dengan pertanggujawaban pidana? (2) Apakah yang menjadi faktor penghambat dalam penegakan hukum pelaku penganiayaan berat karena halusinasi di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai?
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris yakni mengkaji suatu peristiwa hukum yang terjadi melalui pendekatan statute cause. Pengambilan data dilakukan dengan dua cara yakni wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh kemudian disajikan secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penegakan hukum pelaku penganiayaan berat karena halusinasi di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai dalam kaitannya dengan pertanggungjawaban bahwa pelaku dibebaskan dari pertanggungjawaban pidana oleh penyidik yang tidak sesuai dengan Pasal 44 KUHP dan dilakukan penghentian penyidikan yang tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 109 KUHAP. (2) Hambatan penegakan hukumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni: faktor sarana dan prasarana (terbatasnya sarana dan prasarana yang ada di Polsek Satarmese), faktor penegak hukum (ketidakkonsistenan penyidik dengan aturan yang ada), faktor masyarakat (kurangnya pemahaman hukum masyarakat), dan faktor budaya (budaya masyarakat Manggarai yang kental dengan kedi kilo (kekeluargaan) dalam menyelesaikan persoalan.

Kata kunci: Halusinasi, Penganiayaan Berat, Penegakan Hukum, Pertanggungjawaban pidana</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010392]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240422]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 ANT P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24523]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-09 16:00:21]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-11 04:43:44]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>