<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24693">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pertanggungjawaban Pidana Dalam Tindak Pidana Insubordinasi Yang Dilakukan Oleh Prajurit Tni Berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer Di Wilayah Hukum Pengadilan Militer  III-15 Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARYANCE HINGMADI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debby F.Ng.Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 67 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tentara Nasional Indonesia memiliki kekhususannya tersendiri di mana dalam KUHPM (Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer) sendiri dan HAPMIL (Hukum Acara Peradilan Militer) sendiri, salah satu Tindak Pidana dalam KUHPM adalah Insubordinasi yaitu melawan atasan. Tindak Pidana ini dilakukan oleh oknum TNI Joni Kartono terhadap Muhdar selaku atasan karena ada pesan yang tidak pantas dari atasan ke istri pelaku Tindak Pidana Insubordinasi. Hal ini membuat penulis tertarik untuk mengangkat rumusan masalah: (1) Bagaimanakah pertanggungjawaban bagi anggota TNI yang melakukan Tindak Pidana Insubordinasi berdasarkan KUHPM (Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer)? (2) Bagaimanakah prosedur penyelesaian Tindak Pidana Insubordinasi yang dilakukan oleh anggota TNI Menurut Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer? 
       Penelitian ini merupakan  penelitian hukum empiris yang dilaksanakan di Pengadilan Militer III-15 Kupang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan studi kepustakaan. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil pengolahan data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif.
       Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pertanggungjawaban bagi anggota TNI yang melakukan tindak Pidana Insubordinasi berdasarkan KUHPM (Kitab Undang-undang Hukum Pidana Militer) yakni tiga bulan dua puluh hari. (2) Prosedur penyelesaian Tindak Pidana Insubordinasi yang dilakukan oleh anggota TNI Menurut Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 Tentang Peradilan Militer yakni DILMIL (Pemeriksaan di sidang pengadilan) Berkas Perkara Insubordinasi dilimpahkan ke Ankum kemudian Ankum memutuskan dilanjutkan atau tidak.  Untuk kasus ini dilanjutkan ke Persidangan, seharusnya Ankum mempertimbangkan perbuatan pelaku karena membela kehormatannya sebagai seorang suami, sehingga tidak dilanjutkan ke Persidangan. Saran penulis yaitu (1) Saling menghormati antara atasan dan bawahan (2) Adanya strategi dalam membina bawahan.

	

Kata Kunci:  Pertanggungjawaban pidana, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Prosedur Prnyelesian Tindak Pidana,, Insubordinasi</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010232]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240327]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 HIN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24693]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-15 01:07:29]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-15 12:49:31]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>