<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="24769">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Makna Kain Tenun Ikat Tradisional Desa Atakore Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HENRIKA MAROSA SUWARTILA NINI KARANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ariency K. A.  Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Theodora M. C. Tualaka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ariency K. A. Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>NAPSIYANA A. WEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Tugas Akhir]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Tugas Akhir]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 42 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Indonesia kaya akan warisan budaya salah satunya adalah keberagaman kain dan tenunan tradisional. Melalui kain tenun tradisional kita dapat melihat kekayaan warisan budaya yang tidak hanya dilihat dari teknik namun corak, jenis, bahkan makna dan fungsinya. Salah satu kelompok masyarakat yang mewariskan budaya tenun ikat tradisional dapat ditemukan di Desa Atakore, Kecamatan Atadei Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Pembuat utama kerajinan tenun ikat di Desa Atakore adalah para wanita dengan menggunakan alat sederhana dan tradisional. Kain tenun ini mempunyai motif dan warna menarik serta memiliki ciri khas tenunan, namun disayangkan tidak sepenuhnya masyarakat Desa Atakore dan NTT mengenal dengan baik tentang makna dan fungsi kain tenunanya. Para penenun yang berumur juga sulit untuk menyebutkan nama-nama serta makna dari motif kain tenun tersebut, para penenun hanya mengikuti orang tuanya. Melihat latar belakang tersebut, maka diperlukan penelitian mengetahui makna simbolis serta fungsi yang terkandung dalam motif kain tenun tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh objek penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2023 sampai Agustus 2023 dengan metode wawancara dan observasi. Manfaat dari penelitian ini adalah: memberikan informasi tentang kain tenun dari Desa Atakore bagi masyarakat atau pembaca khusus generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian diatas, penulis menyimpulkan bahwa:  Kain tenun tradisional Desa Atakore terdapat 6 motif utama yaitu motif Mokung (Ikan pari ), Tenar (Perahu),  Kir Pein ( sisir), Tonar (Bintang), Atadiken (Manusia). Kain tenun Desa Atakore digunakan pada seperti: ritual adat, dalam upacara kematian, syukuran, pernikahan bahkan upacara kenegaraan. Selain itu, sebagai busana untuk penggunaan sehari-hari dan menutupi tubuh. Adapun motif kain tenun Desa Atakore mempunyai makna yang dikaitkan dengan asal usul masyarakat Desa Atakore serta  kehidupan sehari hari.

Kata kunci : Kain tenun tradisional, motif tenun ikat tradisional, makna motif  dan fungsi kain tenun  tradisional.</note>
<classification><![CDATA[904.31]]></classification><ministry><![CDATA[90431]]></ministry><studentID><![CDATA[1906110007]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240320]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[904.31 KAR M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[90431-D3-1906110007-2024-Tugas_Akhir_page-0001.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[24769]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-17 11:26:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-05-20 08:34:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>