<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25120">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis Perbandingan Metode Konstruksi Precast Concrete Dan Concrete Cast-In-Place Pada Gedung Bertingkat]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CHRISTIAN RONALD BERE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JAKOBIS JOHANIS MESSAKH</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Roly Edyan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Paul G. Tamelan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jakobis Johanis Messakh</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Roly  Edyan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[14]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 149 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pembangunan gedung bertingkat penting untuk perkembangan urbanisasi dan infrastruktur perkotaan. Proyek konstruksi melibatkan pembangunan struktur dalam batas waktu dan sumber daya yang terbatas dengan perekonomian Indonesia yang berkembang memicu peningkatan pembangunan infrastruktur, didorong oleh kemajuan teknologi, termasuk di bidang konstruksi. Pemilihan metode konstruksi sangat penting untuk memastikan keberhasilan proyek dan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan waktu dalam banyak proyek konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mencari tahu biaya dan waktu pelaksanaan antara metode konstruksi beton pracetak dan beton cor di tempat pada gedung bertingkat dengan menerapkan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif menggunakan acuan perhitungan dari Peraturan Menteri PUPR nomor 1 tahun 2022 dan nomor 28/PRT/M/2016. Berdasarkan hasil analisis biaya struktur kolom dan balok pracetak adalah Rp. 164.845.000, sedangkan beton cor di tempat adalah Rp. 72.480.000. Ini menunjukkan bahwa biaya beton pracetak jauh lebih tinggi daripada beton cor di tempat, dengan selisih sebesar Rp. 92.365.000 atau 127%. Perbedaan biaya ini disebabkan oleh biaya pembuatan dan pemasangan beton antara kedua metode konstruksi tersebut.  Sedangkan hasil analisis waktu menunjukkan bahwa metode beton pracetak membutuhkan waktu 22 hari, sedangkan beton cor di tempat membutuhkan 38 hari. Ini menunjukkan bahwa metode beton pracetak lebih cepat daripada beton cor di tempat. Proses pembuatan komponen pracetak dapat dilakukan secara paralel dengan pekerjaan konstruksi lainnya, sehingga menghasilkan waktu pengerjaan yang lebih efisien. Selisih waktu antara kedua metode adalah 16 hari, atau metode beton pracetak lebih cepat 42% dari beton cor di tempat. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang perbedaan biaya dan waktu pengerjaan antara beton cor di tempat dan beton pracetak. 

Kata Kunci : Konstruksi, Beton Pracetak , Beton cor di tempat, Gedung</note>
<classification><![CDATA[832.05]]></classification><ministry><![CDATA[83205]]></ministry><studentID><![CDATA[2001110046]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240516]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Teknik Bangunan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[832.05 BER A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="27848" url="" path="/83205-S1-2001110046-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Analisis Perbandingan Metode Konstruksi Precast Concrete Dan Concrete Cast-In-Place Pada Gedung Bertingkat]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-pend-tek-bangunan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[25120]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-16 12:45:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-19 12:44:19]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>