<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="25142">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KOMUNIKASI RITUAL SESAJIAN TEING HANG    (Studi Etnografi  Komunikasi pada Tradisi Wuat Wai  di Desa Urang Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria Kevin Sium</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YERMIA DJEFRI MANAFE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Herman E. Seran</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yermia Djefri Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aloysius Liliweri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Herman E. Seran</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[9]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[individu penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIV + 107 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Maria Kevin Sium “ Komunikasi Ritual Sesajian Teing Hang (Studi Etnografi  Komunikasi pada Tradisi Wuat Wai  di Desa Urang Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai).” Dibimbing oleh Dr. Yermia Dj. Manafe, S.Sos.,M.Si dan Herman Elfridus Seran, S.Sos.,M.I.Kom.
Ritual teing hang pada tradisi wuat wai merupakan upacara kasih makan leluhur dengan tujuan meminta restu atas anak yang akan merantau atau berjalan jauh baik itu pergi melanjutkan studi maupun hanya kerja agar di lindungi dalam perjalanan dan di tanah rantau sehingga pulang bisa membawa perubahan yang baik untuk dirinya sendiri maupun keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi ritual teing hang dalam tradisi wuat wai  dan komponen-komponen komunikasi yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian ini adalah metode etnografi komunikasi model Dell Hymes yaitu SPEAKING. Hasil dalam penelitian adalah adanya prosesi ritual teing hang pada tradisi wuat wai dengan beberapa tahapan yaitu 1) Tahap Persiapan 2) Tahap Pelaksanaan 3) Tahap akhir, dan komponen-komponen komunikasi  berdasarkan etnografi komunikasi Dell Hymes  yakni SPEAKING antara lain; 1) Setting meliputi  tempat pelaksanaannya yaitu di ruang depan atau ruang tamu rumah dalam keadaan khusyuk, tenang, santai, akrab. 2) Participant yakni keluarga yang melaksanakan, ata tudak, woe, anak rona, ase kae. 3) ends atau tujuan yaitu untuk kasih makan leluhur dengan maksud untuk meminta restu dan perlindungan atas anak yang akan berjalan jauh atau merantau supaya dijauhkan dari malapetaka dan bisa pulang dalam keadaan yang sukses serta baik-baik saja. 4) Act secuece terdiri dari 3 tahap. 5) Key atau nada bicara yaitu santun, lambat, dan agak tinggi. 6) Instrumental yaitu bahasa Manggarai kiasan dan simbol-simbol. 7)Norms-nya yaitu masyarakat yang ingin melaksanakan wajib menyiapkan segala bentuk sesajian yang dibutuhkan serta ketika sudah melantunkan doa adat saat paginya, orang yang akan berjalan jauh harus langsung jalan lewat pintu depan rumah dan tidak boleh balik ke belakang lagi. 8) Genre yaitu berupa tudak atau doa adat dengan bentuk penyampaiannya berupa pemujaan, permohonan dan harapan.

Kata kunci : Etnografi Komunikasi, Ritual, Tradisi, Teing Hang, Wuat Wai</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003050047]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240520]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Siu K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="27877" url="" path="/70201-S1-2003050047-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[KOMUNIKASI RITUAL SESAJIAN TEING HANG    (Studi Etnografi  Komunikasi pada Tradisi Wuat Wai  di Desa Urang Kecamatan Lelak Kabupaten Manggarai)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[25142]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-17 10:25:33]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-17 12:58:28]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>