<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26039">
<titleInfo>
<title><![CDATA[SEJARAH PENINGGALAN BENTENG PERTAHANAN JEPANG DI DESA SUMLILI KECAMATAN KUPANG BARAT PADA MASA PERANG DUNIA II TAHUN 1942]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA MODENA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Delsy A. Dethan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I GEDE WAYAN WISNUWARDANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[23]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 66 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian dengan judul sejarah peninggalan benteng pertahanan Jepang di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat pada masa perang dunia II tahun 1942. Terdapat rumusan masalah yaitu 1) bagaimana sejarah Benteng pertahanan Jepang, 2) bagaimana Fungsi Benteng Jepang, 3) Bagaimana struktur benteng Jepang saat ini. Dengan tujuan yaitu 1) untuk mengetahui sejarah benteng pertahanan Jepang, 2) Untuk mengetahui fungsu benteng pertahanan Jepang,3) untuk mengetahui struktur benteng pertahanan Jepang saat ini. Lokasi penelitian ini yaitu di Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat. Teknik penentuan informan yaitu di lakukan dengan cara Snowball Sampling . sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi Dokumen. Hasil penelitian ini (1).Masuknya Jepang di Desa Sumlili pada tahun 1942, mereka menggunakan kapal perang dan mendarat di Batulesa. Karena letaknya yang strategis sehinnga denganmuda bisa ke Australia maka Jepang melibatkan masyarakat untuk membuat benteng sebagai tempat menyimpan persenjataan dan membuat Gua sebagai tempat peristirahatan dan tempat persembunyian sewaktu perang. Dalam pengerjaan benteng tersebut menindas masyarakat dengan bekerja paksa. (2) Benteng Jepang yang ada di desa Sumlili ini di buat pada masa perang Dunia II di gunakan Tentara Jepang untuk tempat menyimpan persenjataan, tempat istirahat dan pertahanan mereka sewaktu perang. (3) Benteng Jepang yang masih tersisa saat ini yaitu 2 benteng  yang ada di tempat berbeda tetapi memiliki struktur yang sama.Secara arsitektur, bangunan benteng Jepang tersusun dari beton/semen dan dibentuk dalam berbagai pola geometris antara lain, persegi panjang dan tidak beraturan. Benteng memiliki  tinggi 60 cm, lebar benteng 1,10 cm, panjang benteng 3,60 cm, memiliki dua jendela ( sisi kiri dan kanan), satu pintu dan satu tempat menyimpan meriam dan juga memiliki satu kamar kecil. Benteng di Batulesa sebagai tempat penyimpanan meriam untuk memantau sekutu, saat ini benteng patah dengan ukuran tinggi 25 cm dan lebar 30 meter. Pada saat ini benteng tersebut dibiarkan begitu saja sehingga di dalam benteng di penuhi tanah, banyak sampah-sampah dan rumput yang melata didalamnya.
Kata Kunci: Sejarah, Fungsi, Struktur</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[2001090039]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240625]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Mod S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[26039]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-29 14:48:37]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-01 09:46:00]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>