<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26194">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Konflik Sosial Perebutan Tanah Ulayat (Studi Pada Masyarakat Desa Watu Asa Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BONEFASIUS U.D. GALIMARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>AKHMAD SYAFRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROWULAND BENYAMIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AKHMAD SYAFRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>YOHANES FISHER KEON</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rouwland A. Benyamin</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 78 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian  ini tentang Konflik  Sosial Perebutan Tanah Ulayat (Studi Pada Masyarakat Desa Watu Asa, Kecamatan Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah). Tujuan penelitian ini ingin menganalisis serta mendeskripsikan bagaimana konflik sosial perebutan tanah ulayatpada masyarakat Desa Watu Asa. Teori yang digunakan adalah teori konflik Ralf Dahrendorf. Metode kualitatif deskriftif,Teknik pengumpulan datamenggunakan porposive sampling. Sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis data interaktif menurut  Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konflik sosial perebutan tanah ulayat yang terjadi di Desa Watu Asa karena adanya penghibaan atau pengukuran tanah yang dilakukan oleh salah satu  masyarakat Desa Watu Asa bersama Pemerintah Kecamatan Mamaboro dan Pemerintah Desa Watu Asa yang menjabat saat itu. Pengukuran tanah tersebut tanpa adanya kesepakatan dari pemilik tanah masyarakat setempat sehingga kemudia timbulah protes kepada penghibah dan pemerintah karena pengukuran yang dilakukan sifatnya sepihak tanpa persetujuan pemilik tanah. Dari situlah konflik ini mulai meluas sejak tahun 2016 sampai sekarang tahun 2024 belom juga ada titik temu baik yang bersifat ganti rugi maupun kepastian hukum yang didapatkan oleh masyarakat setempat.
Tahap penyelesaian  konflik yang digunakan adalah jalur mediasi dan jalur hukum. Melalui jalur mediasi di Desa Watu Asa sudah tidak mampan lagi akhirnya masyarakat menempuh jalur hukum untuk mendapatkan keadilan yang sebenarnya. Konflik ini juga berdampak dalam kehidupan masyarakat bukan saja hanya dampak positif melaikan tetapi juga dampak negatif. Dampak positif yaitu bertambahnya solidaritan in-group, dan membuat banyak pihak menyadari ada banyak masalah. Sedangkan dampak negatif yaitu, membawa dampak pisikologis, hubungan interaksi dan komunikasih tergangu.

Kata Kunci : Konflik Tanah, Cara Penyelesaian, Dampak, Dan Masyarakat.</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040102]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240625]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 GAL K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[26194]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-30 15:00:25]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-01 11:30:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>