<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26397">
<titleInfo>
<title><![CDATA[LEGEN ALAN DALAM TRADISI PENANDA KEDEWASAAN BAGI  PEREMPUAN SIKKA-KROWE DI DESA WOLONWALU KECAMATAN  BOLA KABUPATEN SIKKA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Patrisia Avila</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUSILO SETYO UTOMO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Susilo Setyo Utomo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FLAFIUS SELFIANUS RATO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 76 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang proses pelaksanaan, makna dan nilai Legen Alan dalam tradisi penanda kedewasaan perempuan Sikka-Krowe. Lokasi penelitian di Desa Wolonwalu, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka. Teknik penentuan informan dilakukan dengan cara Purposive Sampling. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, penyajian data dan pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Legen Alan merupakan tradisi penanda kedewasaan bagi perempuan Sikka-Krowe, dibuat untuk menunjukan identitas perempuan meninggalkan masa remaja memasuki masa dewasa. Proses pelaksanaan tradisi Legen Alan memiliki 3 tahapan. Tahap pertama merupakan tahap persiapan dimulai keluarga pelaksana perlu menentukan waktu dan tempat pelaksanaan, mengundang kehadiran keluarga besar, kesiapan si gadis dengan pakaian dan aksesoris perlengkapannya serta ketersediaan alat dan bahan dalam pelaksanaan tradisi. Tahap kedua merupakan tahap pelaksanaan terdiri dari dua bagian penting. Bagian pertama terjadi pada malam hari dimulai dengan acara menyambut kedatangan keluarga besar dan akan dilangsungkan piong tewok. Bagian kedua terjadi pada keesokan harinya dimulai dengan persembelihan babi dan pemberian tanda pada dahi si gadis. Kemudian rambut si gadis disanggul oleh petugas yang sudah dipercayakan. Setelah itu dilangsungkan piong mahang. Pada terakhir proses pelaksanaan Tradisi Legen Alan adalah huler wair/penyucian. (2) Terdapat makna dalam tradisi Legen Alan yaitu makna pendewasaan, makna keindahan dan kewibawaan, makna penghormatan kepada penguasa tertinggi dan leluhur serta makna penyucian. (3) Nilai yang terkandung dalam tradisi Legen Alan yaitu nilai religius, nilai sosial dan nilai edukasi.
Kata Kunci: Tradisi, Legen Alan, makna dan nilai</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1901090011]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240606]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 Avi L]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_sejarah.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[26397]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-07-31 19:29:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-02 09:34:32]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>