<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26537">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Penyelesaian Perjanjian Pinjam-Meminjam Di Koperasi Swasti Sari Cabang Kupang Kota]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>GILBERT LEONARD BAUD</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SUKARDAN ALOYSIUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Sukardan Aloysius</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie Maria Yulianty Yacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AGUSTINUS HEDEWATA -</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 92 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam penyelesaian pinjam-meminjam di koperasi Swasti Sari, penerapan asas Pacta Sunt Servanda memiliki beberapa implikasi kepatuhan terhadap kesepakatan, pelunasan kewajiban, perlindungan hukum, ketidakberlakuan asas ini, negosiasi dan renegosiasi. Menerapkan asas Pacta Sunt Servanda dalam penyelesaian pinjam-meminjam di koperasi Swasti Sari mempunyai tujuan untuk menjaga keutuhan perjanjian dan hubungan antar anggota koperasi. Berdasarkan perkara tersebut maka peneliti merumuskan masalah pokok yaitu: (1) Bagaimanakah Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda dalam Penyelesaian Perjanjian Pinjam-Meminjam di Koperasi Swasti Sari Cabang Kupang Kota? (2) Apakah upaya penyelesaian pelanggaran perjanjian pinjam-peminjam yang dilakukan oleh Koperasi Swasti Sari Cabang Kupang Kota?
Penelitian ini bersifat yuridis empiris yaitu penelitian yang dilakukan berdasarkan pengamatan dan wawancara secara langsung di lapangan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan asas Pacta Sunt Servanda pada suatu kontrak yang disepakati para pihak bersifat wajib dan wajib diterapkan oleh pihak yang menandatanganinya. Jika pihak lain gagal melaksanakan kontrak, pihak yang melanggar dapat menuntut ganti rugi kepada pihak yang melanggar. Yang dimaksud dengan “diadakan secara sah” berarti bahwa kontrak itu sah jika tidak bertentangan dengan konstitusi, kebijakan publik, dan moralitas. Jika tidak konsisten, kontrak mungkin tidak sah. KSP Kopdit Swasti Sari selaku pihak kreditur menerapkan dengan baik asas Pacta Sunt Servanda, dalam hal ini sebagai kreditur tentunya tidak mengabaikan atau melanggar kesepakatan tersebut, karena akibatnya dapat merugikan pihak kreditur itu sendiri. (2) Upaya penyelesaian wanprestasi dalam perjanjian kredit di KSP Kopdit Swasti Sari dibagi berdasarkan kategori peminjam Apabila debitur memiliki pendapatan dan ada itikad baik menyelesaikan pinjaman maka dapat dilakukan Rescheduling, apabila debitur (anggota koperasi) memiliki pendapatan namun tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan pinjaman maka dapat dilakukan penyitaan barang jaminan/agunan, apabila debitur (anggota koperasi) tidak lagi memiliki pendapatan namun ada itikad baik untuk menyelesaikan pinjaman maka dapat dilakukan dengan menawarkan penjualan barang jaminan/agunan (menjual sendiri/ditawarkan pada khalayak ramai), dan apabila debitur (anggota koperasi) tidak lagi memiliki pendapatan dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan pinjaman maka dapat dilakukan penyitaan barang jaminan/agunan lalu dijual.

Kata Kunci: Penerapan, Asas Pacta Sunt Servanda, Pinjam Meminjam, Upaya Penyelesaian
 </note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010287]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240521]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 BAU P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[26537]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-01 22:41:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-07 02:04:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>