<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="26880">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Makna Dan Simbol Pada Kain Tenun Ikat Di Desa Boti, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA GORETI NITBANI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NAPSIYANA ASTI WEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rima Nindia Selan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>THEODORA  M.C. TUALAKA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>NAPSIYANA A. WEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 37 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tenun telah menjadi kebanggaan tersendiri karena sudah menjadi warisan dan tradisi kain Indonesia. Kain tenun di wilayah Indonesia memiliki keunikan masing-masing dan keberagaman motif menjadi simbolisasi sejarah, kehidupan dan kebudayaan Indonesia. Suku Boti merupakan kerajaan terakhir di pulau Timor dengan keberagaman kain tenun yang dimilikinya. Untuk melestarikan dan membudayakan kain tenun suku Boti yang masih sangat tradisional, perlu adanya referensi tertulis yang dibuat secara lengkap dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan. Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk menjelaskan tahapan menenun kain ikat suku Boti yang diawali dengan penjelasan motif atau ragam hias dan makna symbol yang terdapat pada tenunan serta fungsi masing-masing kain tenun berdasarkan penggunaannya. Selanjutnya, penjelasan informasi ini dibuat dalam bentuk buku panduan yang layak digunakan sebagai referensi media belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dan sumber dalam penelitian ini, diperoleh langsung dari masyarakat, dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kain tenun di Desa Boti memiliki 3 motif yaitu motif Teke (tokek), motif Loti Bebnise (kelabang), dan motif manu (ayam) biklusu (cicak). Setiap motif kain tenun memiliki fungsinya masing-masing yang berperan penting bagi masyarakat suku Boti. Fungsi paling utama dari penggunaan kain tenun di suku Boti adalah pada saat upacara adat; (2) makna dari kain tenun Suku Boti: motif Teke (tokek) memiliki makna mengundang rezeki dan membawa berkah bagi masyarakat di suku boti. Motif Loti Bebnise (Kelabang) memiliki makna menggambarkan suatu dan umur panjang dan terhindar dari bencana. Sedangkan Motif Manu (ayam) dan Biklusu (cicak) dengan makna memiliki hubungan social yang baik dengan sesama, membawa banyak manfaat bagi masyarakat di suku boti.

Kata Kunci: desa Boti, kain tenun, makna dan simbol motif</note>
<classification><![CDATA[904.31]]></classification><ministry><![CDATA[90431]]></ministry><studentID><![CDATA[1906110018]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240520]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[904.31 NIT M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[26880]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-05 14:47:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-07 13:06:17]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>