<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27194">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kedudukan Anak Perempuan Dalam Pembagian Harta Warisan Berdasarkan Hukum Waris Adat Timor Amanuban Di Desa Fatuulan Kecamatan Ki’e Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DONNA YOSEPHA HEKTANE NATONIS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA JULIANA NUBATONIS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSSIE MARIA YULIANTY YACOB</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Juliana Nubatonis</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yossie Maria Yulianty Yacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agustinus Hedewata</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XIII + 72 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pewarisan ada karena perkawinan antara laki-laki dan perempuan. Pewarisan akan terus berlanjut dari satu generasi ke generasi lainnya. Pewarisan ini dilakukan atau diatur menurut Hukum Waris Adat sesuai dengan ketentuan adat daerah masing-masing. Sistem kewarisan adat Timor Amanuban di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan menggunakan sistem Patrilineal, yaitu menarik garis keturunan/kerabat dari ayah. Dalam sistem ini hanya anak laki-laki yang menerima hak-hak serta kewajiban dalam suatu marga sebagai penerus nama keluarga. Rumusan masalah dalam Penelitian ini yaitu, (1) Bagaimana kedudukan anak perempuan dalam pembagian harta warisan berdasarkan hukum waris adat Timor Amanuban di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan? (2) Pertimbangan hukum waris adat Timor Amanuban dalam pembagian harta warisan berdasarkan hukum waris adat Timor Amanuban di Desa Fatuulan, Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bersumber dari Data yang diperoleh langsung berupa keterangan-keterangan dan pendapat dari para responden yaitu Tokoh Adat, Kepala Desa Fatuulan, anak laki-laki, serta anak perempuan. 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kedudukan anak perempuan dalam masyarakat adat Timor Amanuban di Desa Fatuulan yang masih menerapkan sistem patrilineal, yang berhak mendapatkan dan menerima hak waris hanyalah anak laki-laki, baik anak kandung maupun anak angkat dari pihak bapak (semarga) yang sah secara hukum. Namun, anak perempuan tetap dianggap dan diperhitungkan walaupun tidak nampak sebagai bentuk penghargaan dan kasih sayang dari orang terhadap anaknya. Dengan adanya pertimbangan hukum waris adat Timor, bahwa anak perempuan juga diperhitungkan untuk mendapatkan hak nya walaupun tidak sama dan tidak nampak seperti anak laki-laki pemberian warisannya. Sebab, pemberian tersebut hanya dilihat sebagai penghargaan dan tanda kasih sayang kepada anak.

Kata Kunci: Kedudukan Anak Perempuan, Pembagian Harta Warisan, Hukum Waris Adat Timor Amanuban </note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010341]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240628]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 NAT K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-keperdataan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27194]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-07 13:59:52]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 13:12:15]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>