<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27223">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pertumbuhan Tertinggi Biomassa Cacing Sutra (Tubifex sp) Pada Masa Panen Yang Berbeda Menggunakan Sistem Resirkulasi Dan Penambahan Kotoran Ternak Pada Media Budidaya]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JITRO MICHDONIA MINA BELO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NICODEMUS DAHOKLORY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YULIANA SALOSSO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nicodemus Dahoklory</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ridwan Tobuku</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yuliana Salosso</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 46 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Cacing sutra (Tubifex sp) adalah salah satu jenis pakan alami yang sering digunakan sebagai pakan larva dalam kegiatan pembenihan. Pakan ini sangat sesuai dan digemari oleh organisme budidaya, terutama ikan air tawar yang terbiasa mengkonsumsi pakan alami. Ketersediaan cacing sutra di alam sebagai sumber pakan hidup relatif terbatas. Dengan perkembangan budidaya cacing sutra, mendapatkan pasokan cacing secara teratur menjadi lebih mudah dan tidak harus bergantung pada alam. Keberhasilan budidaya cacing sutra sangat bergantung pada nutrisi dalam media yang yang membantu cacing sutra tersebut bertahan hidup, serta perbedaan dalam frekuensi waktu panen dapat mempengaruhi jumlah populasi, bobot biomassa dan kandungan nutrisi cacing sutra (Tubifex sp). Pada saat membudidayakan cacing sutra, perbedaan waktu panen serta jumlah biomassa dan populasi tertinggi dapat diamati.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama waktu panen yang menghasilkan pertumbuhan biomassa tertinggi cacing sutra (Tubifex sp) serta menghasilkan cacing sutra (Tubifex sp) dengan kandungan protein yang optimal menggunakan sistem resirkulasi dan penambahan kotoran ternak pada media budidaya. Penelitian ini berlangsung selama 30 hari dan bertempat di Balai Benih Ikan Lewa, Kecamatan Lewa, Kelurahan Lewa Paku, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rancangan Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variabel penelitian berupa perbedaan waktu panen yang terdiri dari 3 (tiga) perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Perlakuan yang diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; Perlakuan A panen hari ke-10, Perlakuan B panen hari ke-20 Perlakuan C panen hari ke-30. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah Bobot mutlak, Biomassa dan kualitas air. 
Hasil penelitian menunjukan pertambahan biomassa mutlak cacing sutra (Tubifex sp) tertinggi pada perlakuan C (waktu panen hari ke-30) yaitu 50,7 g/wadah, diikuti perlakuan B (waktu panen hari ke-20) 30,3 g/wadah dan perlakuan A (waktu panen hari ke-10) 7,0 g/wadah. Semakin lama masa panen maka semakin banyak pula hasil yang diperoleh. Lama waktu panen yang menghasilkan cacing sutra (Tubifex sp) dengan kandungan protein yang optimal dari hasil penelitian ini adalah pada perlakuan B (waktu panen hari ke-20) yaitu 49,781%, diikuti perlakuan C (waktu panen hari ke-30) 41,611% dan perlakuan A (waktu panen hari ke-10) 40,347%.

Kata kunci: Cacing sutra, Tubifex sp, bobot mutlak, biomassa
 </note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[2013010012]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240627]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Peternakan Kelautan Dan Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 BEL P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27223]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-07 15:23:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-08 12:35:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>