<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27247">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERANCANGAN KAWASAN EKOWISATA LEBAH MADU DI    DESA LOLI KECAMATAN POLEN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arios Ardih Kause</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rifat Y. Y. Maromon, ST.,M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debri A.Amabi,ST.,MT</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosvitayati Umbu Nday</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rifat Y. Y. Maromon, ST.,M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debri A.Amabi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 127 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Desa  Loli,  yang  terletak  di  Kabupaten  Timor  Tengah  Selatan,  Nusa  Tenggara  Timur, dikenal  sebagai  desa  dengan  habitat  lebah  madu  yang  terjaga  secara  turun-temurun  dan menghasilkan madu berkualitas tinggi yang diminati oleh berbagai wilayah. Terletak di tepi Jalan Trans Timor yang menghubungkan Kupang dan Timor Leste, Desa Loli memiliki potensi wisata yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Potensi ini terletak pada hutan yang asri, sumber mata air yang melimpah, serta tradisi budaya lebah madu yang kaya. Untuk memanfaatkan potensi-potensi tersebut,  diperlukan  perancangan  ekowisata  lebah  madu  yang  berfokus  pada  konservasi lingkungan, edukasi,wisata,ekonomi masyarakat,  dan eksplorasi budaya. Perancangan  ini  mencakup  upaya  konservasi  lingkungan  melalui  zonasi  penempatan fasilitas  dengan  memperhatikan  keberadaan  pohon  pakan  lebah,  upaya  edukasi  sebagai  media pembelajaran  lebah  dan  ekosistemnya,  upaya  ekonomi  pemasaran  produk  madu  dan  kerajinan tangan.  Pengembangan  fasilitas  wisata  mendukung  potensi  pariwisata  dan  pelestarian  budaya lokal di daerah dengan penggunaan material lokal pada bangunan serta desain yang mengadopsi bentuk rumah tradisional dan motif heksagonal yang terinspirasi dari sarang lebah. Hasil  desain  fasilitas  konservasi  mencakup  pemasangan  shelter  untuk  membatasi  area pohon  pakan  lebah,  penanaman  bunga  sebagai  sumber  pakan,  serta  menara  pantau  guna mengawasi  aktivitas  pengunjung  dan  menjaga  keamanan  kawasan.  Selain  itu,  area  budidaya tambahan lebah madu diterapkan untuk meningkatkan populasi lebah. Fasilitas edukasi meliputi workshop produksi madu, tour edukasi, showroom informasi, dan aula serbaguna. Terdapat juga fasilitas  untuk  mengamati  proses  tradisi  budidaya  lebah  madu  masyarakat.  Fasilitas  wisata mencakup spa dan terapi lebah madu, kolam renang, taman bermain, penginapan, serta panggung untuk  menonton  atraksi  panjat  pohon  lebah  madu.  Fasilitas  yang  meningkatkan  ekonomi masyarakat,  seperti  fasilitas  produksi  madu  toko  penjualan  madu  dan  kerajinan  tangan  dan fasilitas wisata yang di tawarkan. Dengan adanya keterlibatan masyarakat lokal dalam ekowisata ini  diharapkan  dapat  meningkatkan  ekonomi  masyarakat,  pelestarian  budaya  lokal,  dan pelestarian lingkungan. 
Kata Kunci: Desa Loli, Ekowisata, Lebah Madu
*Pembimbing I **Pembimbing II</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1906090028]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240624]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 KAU P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[ARSITEKTUR_LOGO.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27247]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-07 16:34:46]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-08 16:26:22]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>