<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27373">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kecenderungan Penyelesaian Tindak Pidana Perzinahan Melalui Mekanisme Hukum Adat Di Desa Golo Wua Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CICI PARAMITA INDAH AYU TAMARA BILI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DAUD DIMA TALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KAROLUS KOPONG MEDAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Daud Dima Talo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 62 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Keberadaan hukum adat pada masyarakat merupakan cerminan dari kehidupan masyarakat pada masing masing daerah yang memiliki hukum adat yang berbeda-beda sesuai dengan adat-istiadat yang ada di daerah tersebut dengan ciri khas tidak tertulis ataupun terkodifikasi. Begitu pula di Kabupaten Manggarai, khususnya di Desa Golo Wua  di samping berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sebagai pedoman hukum pidana, ada juga terlihat pada aspek-aspek tertentu dalam kehidupan masyarakat penerapan hukum adat yang bersifat pidana dalam bentuk pemberian sanksi-sanksi berupa denda adat yang sangat nampak dalam kehidupan sosial. Rumusan masalah: (1) Mengapa masyarakat Desa Golo Wua cenderung menyelesaikan kasus perzinahan  melalui mekanisme hukum adat manggarai? (2) Bagaimanakah mekanisme penyelesaian tindak pidana perzinahan menurut hukum adat di Desa Golo Wua, Kecamatan Wae Ri’I, Kabupaten Manggarai? 
Jenis penelitian yang digunakan dalam Skripsi ini yaitu menggunakan jenis penelitian yuridis empiris atau penelitian lapangan. 
Hasil Penelitian Kecenderungan penyelesaian tindak pidana perzinahan melaui mekanisme hukum adat di Desa Golo Wua, Kecamatan Wae Ri’I , Kabupaten Manggarai menumjukan bahwa  (1) Masyarakat masih menjunjung nilai kebudayaan yang mengikat masyarakat antara satu dengan yang lain dalam bingkai harmonisasi kekeluargaan. (2) Masyarakat di Desa Golo Wua memiliki ekonomi yang terbatas dan jika mengikuti proses hukum formal dapat menjadi beban finansial yang sangat besar. (3) Masyarakat Desa Golo Wua masih memegang erat kepercayaan nenek moyang dan kebanyakan kasus perzinahan yang terjadi itu ada juga yang masih memiliki hubungan darah yang erat di antara kedua pelaku sehingga haram hukumnya kalau diselesaikan dengan hukum formal atau nasional dan harus diselesaikan menggunakan hukum adat. (4) Masyarakat di Desa Golo Wua memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi sehingga semua masalah yang terjadi di Desa Golo Wua diselesaikan menggunakan hukum adat agar hubungan sosial masyarakat tetap terjalin dengan baik. 
Saran diharapkan Kepada Ketua adat (Tua Golo) sebelum menjatuhkan sanksi/denda    kepada pelaku perzinahan sepatutnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan dan bisa memberikan efek jera dalam menerapkan sanksi adat sehingga dapat meminimalisir kasus perzinahan di Desa Golo Wua, Kecamatan Wae Ri’I, Kabupaten Manggarai.  
 
Kata Kunci : Kecenderungan Penyelesaian melaui Hukum Adat, Perzinahan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010128]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240626]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 BIL K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27373]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-08 11:18:17]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-07 12:55:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>