<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27406">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengembalian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Kasus Pembunuhan Astrid Manafe Dan Lael Maccabe Dalam Tahap Prapenuntutan Di Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FITRI ARYANTI ANGGORI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RENY REBEKA MASU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A.Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Simplexius  Asa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Reny Rebeca  Masu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 62 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam proses penegakan hukum, para penegak hukum melaksanakan proses pelaksanaan perkara pidana akan saling berkoordinasi dalam kerangka sistem peradilan pidana mulai dari penyelidikan, sampai pada pelaksaan putusan. Mengenai proses penyelidikan menjadi tugas dan tanggung jawab dari institususi Kepolisian, apabila penyidik telah selesai melakukan penyidikan, hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan dijadikan satu berkas dengan surat-surat lainnya yang disusun oleh penyidik dalam bentuk tulisan yang disebut dengan berkas perkara kemudian wajib segera menyerahkan berkas perkara itu kepada Penuntut Umum. Bolak-balik berkas perkara dari Penyidik ke Penuntut Umum karena kurang lengkapnya berkas perkara membawa dampak dalam proses prapenuntutan.
Rumusan masalah dalam Skripsi ini adalah: (1) Bagaimanakah proses pengembalian Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabe dalam tahap prapenuntutan di Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur? (2) Apakah hambatan yang dialami Polisi dalam menangani kasus pembunuhan Astrid Manafe dan Lael Maccabe di Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur? Penulisan ini dilaksanakan di Kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur, terkait dengan topik yang dibahas dalam penulisan ini. Penulisan ini bersifat empiris yang mempergunakan data primer dengan mengadakan wawancara terhadap Penyidik atau Penyidik Pembantu yang menangani kasus pembunuhan tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Tidak dibatasinya pengembalian berkas perkara dari penuntut umum kepada penyidik dalam pengaturannya oleh KUHAP, dan tidak adanya sanksi dan atau akibat hukum apabila ketentuan yang diatur dilanggar penyidik menyebabkan lambatnya penanganan kasus tersebut. (2) Kurangnya dukungan sarana atau fasilitas yang memadai berupa tenaga manusia yang berpendidikan tinggi dan terampil, organisasi yang baik, peralatan yang cukup memadai, keuangan yang cukup menjadi penyebab terhambatnya penanganan kasus tersebut.

Kata Kunci: Berita Acara Pemeriksaan, Prapenuntutan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1802010602]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240521]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 ANG P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-hk-acara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27406]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-08 13:44:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-07 13:02:33]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>