<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27591">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengembangan Wisata Rohani Gua Maria Toro Di Kota Atambua Dengan Pendekatan Arsitektur Ekologi]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PATRICIA KONO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOHANES WILHELMUS DOMINIKUS KAPILAWI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SULIHA NINGSIH IMELDA NEONUFA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rifat Yafet Yoktan Maromon</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yohanes Wilhelmus Dominikus Kapilawi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Suliha Ningsih Imelda Neonufa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 166 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Wisata Rohani Gua Maria Toro di Kota Atambua merupakan salah satu destinasi ziarah bagi umat Katolik yang terletak di Jalan Ave Maria, Kelurahan Tulamalae, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu. Dengan luas 12 hektar, tempat ini menawarkan lingkungan yang sejuk dan tenang, cocok untuk kegiatan rohani seperti berdoa dan berziarah. Namun, beberapa masalah seperti jalur sirkulasi yang kurang teratur, ketiadaan tempat parkir, dan minimnya fasilitas pendukung lainnya menghambat kenyamanan pengunjung. Selain itu, aktivitas di Gua Maria Toro cenderung sepi di luar kegiatan tahunan utama seperti bulan Rosario dan jalan salib hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Wisata Rohani Gua Maria Toro di Kota Atambua dengan pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan arsitektur ekologi ini menekankan pada beberapa prinsip utama, yaitu merespon iklim setempat, meminimalkan penggunaan energi, memanfaatkan material lokal, menyediakan sumber energi dan air yang efisien, mengelola pembuangan limbah secara bijak, serta menggunakan teknologi tepat guna yang manusiawi. Prinsip-prinsip ini dirancang untuk menciptakan hubungan harmonis antara bangunan dan lingkungannya, sehingga dapat menghasilkan ruang yang nyaman, aman, dan ramah lingkungan bagi pengunjung. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari literatur dan studi kasus. Analisis dilakukan terhadap kondisi fisik dan non-fisik site, termasuk iklim, topografi, vegetasi, serta aktivitas dan kebutuhan ruang pengunjung. Hasil desain atau implementasi prinsip arsitektur ekologi dalam pengembangan Wisata Rohani Gua Maria Toro meliputi beberapa aspek desain dan fasilitas. Perbaikan jalur sirkulasi untuk manusia dan kendaraan dilakukan agar lebih tertata rapi dan fungsional. Fasilitas pendukung seperti tempat parkir dan pendopo untuk tempat berdoa dan beristirahat juga ditambahkan guna meningkatkan kenyamanan pengunjung. Penggunaan material lokal dan desain yang responsif terhadap iklim setempat diintegrasikan untuk meminimalkan penggunaan energi. Selain itu, manajemen lingkungan diperhatikan dengan serius, termasuk pengelolaan sampah dan polusi suara serta udara. Hasil dari pengembangan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan fungsionalitas Wisata Rohani Gua Maria Toro, menjadikannya lebih ramah lingkungan, serta menarik lebih banyak pengunjung sepanjang tahun.

Kata Kunci : Pengembangan Wisata Rohani, Gua Maria Toro, Kota Atambua, Arsitektur Ekologi</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1906090054]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240513]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Sains dan Teknik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 KON P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27591]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-08 22:39:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 15:30:59]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>