<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27635">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perjudian Sabung Ayam Saat Ritual Adat Hole Dikabupaten Sabu-Raijua Menurut Hukum Pidana]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>APLONIA DURU KANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ROSALIND ANGEL FANGGI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudepel Petrus Leo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 67 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Adat istiadat adalah tata kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi satu ke generasi lain sebagai warisan, sehingga kuat integrasinya dengan pola perilaku masyarakat. Hole merupakan upacara adat yang sangat populer di kalangan masyarakat Sabu-Raijua yang dilakukan secara massal. Tetapi masih banyak masyarakat luar dan juga masyarakat Sabu Raijua yang  menganggap taji ayam sebagai sebuah perjudian. indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum, sehingga setiap kegiatan manusia atau masyarakat yang merupakan aktifitas hidupnya harus berdasarkan peraturan yang ada dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Rumusan masalah dalam Penelitian ini yaitu, Berdasarkan uraian latar belakang di atas, pokok masalah  yang  diteliti oleh penulis dirumuskan sebagai berikut: Apakah adat  Hole bertentangan dengan aturan Hukum Pidana?.
	       Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris yang bersumber dari Data yang diperoleh langsung berupa keterangan-keterangan dan pendapat dari para responden yaitu tua adat dan masyarakat di Kabupaten Sabu-Raijua.
           Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual sabung ayam dalam adat hole merupakan tradisi yang turun temurun sejak dahulu yang merupakan sebuah ritual sacral yang membawah pesan perdamaian pada generasi berikutnya. mereka meyakini jika ritual ini tidak dilaksanakan maka kehidupan manusia akan jauh dari perselisihan dan pertengkaran, manusia akan hidup makmur baik dengan sesame maupun dengan nenek moyang juga tanah, ternak yang diusahakan memberikan hasil yang baik. namun pada 2 Tahun terakhir ritual sabung ayam tidak lagi hanya sekedar sebuah tradisi, karena saat ini masyarakat memanfaatkan  tradisi Pei’uManu ( Sabung Ayam)  ini menjadi sarana tempat perjudian.  

Kata Kunci: Adat, Hukum Adat. Hukum Pidana, dan Adat Hole</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010326]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240612]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 KAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="30280" url="" path="/74201-S1-2002010326-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Perjudian Sabung Ayam Saat Ritual Adat Hole Dikabupaten Sabu-Raijua Menurut Hukum Pidana]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27635]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 10:22:11]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 11:24:45]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>