<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27648">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Modus Operandi Kejahatan Pencurian Motor Di Kota Kupang Dan Pola Penaggulangannya ( Studi Kasus Polsek Kelapa Lima)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MAURIUS SEPTIANTO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BHISA VITUS WILHELMUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Daud Dima Talo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa V. Wihelmus</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XI + 54 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Modus operandi merupakan teknik atau cara-cara beroperasi yang di pakai oleh penjahat untuk melakukan aksi-aksi pencurian.Tujuan penelitian ini ialah menganalisis modus operandi kejahatan pencurian motor di Kota Kupang dan pola penaggulangannya.Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yaitu mengamati secara langsung lokasi penelitian untuk mengetahui fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Sumber data penelitian yaitu data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif.Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1.Bagimanakah Modus Operandi Pencurian Motor Di Kota Kupang?.2.Bagimanakah upaya penanggulangan terhadap pencurian Motor Di Kota Kupang?. Adapun tinjauan pustaka ini di lihat dari tinjauan pencurian bermotor roda dua,tindak pidana dan unsur-unsur pencurian,teori penanggulangan dari sudut kejahatan upaya pre-mtif,upaya preventif,upaya represif.
 Hasil penelitian menunjukan bahwa modus operandi penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polsek kelapa lima yaitu gunting kusus besi, menggunakan kunji T, menggunakan kunji kontak palsu, menggunakan jasa leasing (debtcolletor). Dari semua kasus kejahatan modus operandi pencurian motor di atas memiliki 40 kasus jenis-jenisnya modus berbeda. Upaya penanggulangan yang dilakukan oleh penegak hukum atau apparat kepolisian diantaranya upaya pre-emtif adalah upaya-upaya awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencegah terjadinya kejahatan dengan cara menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang baik sehingga norma-norma tersebut terinternalisasi dalam setiap diri seseorang. Preventif, Upaya-upaya preventif ini adalah merupakan tindak lanjut dari upaya pre-emtif yang masih dalam tahap pencegahan sebelumterjadinya kejahatan. Upaya preventif yang ditekankan adalah menghilangkan kesempatan untuk melakukan kejahatan. Represif, Penanggulangan yang dilakukan adalah dengan cara menindak para pelaku kejahatan sesuai dengan perbuatannya serta memperbaikinya kembali agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukannya merupakan perbuatan yang melanggar hukum dan merugikan Masyarakat.
Kata Kunci : Kejahatn Pencurian,ModusOperandi,Upaya Penanggulangannya</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[1902010161]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240626]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 SEP M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27648]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 10:55:59]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-11 14:56:36]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>