<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27670">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Kain Tenun Di Kabupaten Nagekeo Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ZENOBIUS DHEGHA DHAE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Karolus K. Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aksi Sinurat</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Karolus Kopong Medan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa G. Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xix + 89 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kain Tenun adalah kain yang diproduksi atau dibuat olehmasyarakat Nusa Tenggara Timur. Tenun sendiri merupakan kegiatan membuat kain dengan cara memasukkan benang pakain secara horizontal pada benang- benang langsung, biasanya telah diikat dahulu dan sudah dicelupkan ke pewarna alami. Pewarna alami tersebut biasanya dibuat dariakar pohon dan juga dedaunan. Hal ini dijadikan Kain tenun sebagai ciri khas dari suatu suku dan budaya masyarakat Indonesia, secara turun temurun sudah diwarisi oleh nenek moyang bangsa ini sebagai salah satu peninggakan kebudayaan, martabat suatu bangsa ditentukan oleh kebudayannya, jadi bagaimana masyarakat dapat memberikan apresiasi yang bagus tidak hanya dengan mengagumi karyanya tapi juga ikut melestarikannya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Kain Tenun di Kabupaten Nagekeo Ditinjau Dari Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, (2) Apa saja Hambatan Dalam Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Kain Tenun di Kabupaten Nagekeo .
Penelitian ini merupakan penelitian empiris, Sehingga berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapati bahwa untuk menjawab rumusan masalah pertama yaitu masyarakat harus segera mendaftarkan Tenun Ikat Nagekeo ke Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk mendapat perlindungan Hukum, perlindungan Tenu Ikat Nagekeo menggunakan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dan untuk mengambil kesimpulan pada rumusan masalah kedua yaitu Masyarakat Nagekeo harus mengerti benar akan pentingnya perlindungan hukum terhadap kain tenun agar mempermudah untuk melakukan pendafraran karna sebagaimana hambatannya ialah rendahnya sumber daya manusua,rumitnya proses pendaftaran, kurangnya fasilitas pendaftaran itu membuat tingkat kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum terhadap kain tenun akan berkurang.

Kata Kunci : Kain Tenun, Perlindungan Hukum, Hambatan</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74201]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010443]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240628]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 GHA P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="30323" url="" path="/74201-S1-2002010443-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Perlindungan Hukum Terhadap Hak Kekayaan Intelektual Kain Tenun Di Kabupaten Nagekeo Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27670]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 12:25:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 14:39:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>