<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="27751">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perancangan Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual Dengan Tema Healing Environment Di Kota Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSISKUS JASNO SINDUK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Marianus Bahantwelu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ariency K. A.  Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Linda W Fanggidae</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marianus Bahantwelu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ariency K. A. Manu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVII + 101 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Salah satu permasalahan yang kian ramai dibicarakan dalam lingkup sosial masyarakat adalah kasus kekerasan seksual, dimana menurut data yang diperoleh penulis tiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Nusa Tenggara Timur, sebagai salah satu propinsi di Indonesia, yang merupakan wilayah propinsi dalam kategori daerah berkembang, tentunya tidak terlepas dari persoalan dan kasus kekerasan seksual, baik di rana KDRT, maupun sosial masyarakat. Salah satu kota yang memiliki jumlah kasus tertinggi adalah kota Kupang., Menurut data yang diperoleh dari Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Kota Kupang tercatat jumlah kasus kekerasan seksual selama tahun 2019 mencapai 4.898 kasus. Menyikapi persoalan tersebut maka perlu dilakukan suatu tindakan pemulihan dan penanganan khusus secara psikologis bagi para korban kekerasan seksual. Penyediaan fasilitas khusus yang menangani korban kekerasan seksual di Kota Kupang diketahui belum disediakan, sehingga kurangnya perhatian pemerintah setempat dalam menangani kasus kekerasan seksual sudah tidak dapat dipungkiri lagi.  Sebagai solusi dari persoalan tersebut diatas maka perlu disediakan fasilitas pelayanan pusat rehabilitasi korban kekerasan seksual di Kota Kupang yang dapat membantu korban dalam proses pemulihan dan penyembuhan. Metode pengumpulan data dilaksanakan dengan cara observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Sedangkan metode pengolahan data yaitu dengan cara analisis fisik dan non-fisik yang menghasilkan konsep perancangan dan hasil rancangan. Metode perancangan yang digunakan yaitu metode glass box. Dalam perancangan  Pusat Rehabilitasi Korban Kekerasan Seksual Di Kota Kupang Menerapkan Konsep healing environment sebagai landasan dalam perancangan yang diterapkan pada konsep bentuk bangunan, penyediaan fasilitas healing garden dan tearepeutik garden, penataan lahan parkir, alur sirkulasi serta penggunaan material pada lansekap, penggunaan konsep bukaan yang lebar pada bangunan dan penerapan warna pada bangunan.

Kata kunci : Pusat Rehabilitasi, Kekerasan Sekesual, Healing Envirounment</note>
<classification><![CDATA[232.01]]></classification><ministry><![CDATA[23201]]></ministry><studentID><![CDATA[1706090026]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240625]]></identifier><departementID><![CDATA[Arsitektur]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[232.01 SIN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Arsitektur.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[27751]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-09 20:40:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-08-12 09:50:12]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>