<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28581">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Respon Pertumbuhan Stek Batang Tanaman Anggur (Vitis vinifera L.) Terhadap Pemberian Beberapa Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Auksin]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JESIKA KONOVEFA TPOI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANTONIUS S S NDIWA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>I Gede .B . Adwita Arsa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Antonius S S Ndiwa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>I. G.B Adwita Arsa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Shirly S. Oematan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI + 79 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Anggur merupakan tanaman buah perdu yang merambat. Anggur termasuk ke dalam marga vitis. Tidak semua tanaman dengan marga vitis dapat dimakan, hanya terdapat  dua  jenis yang dapat dimakan, yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur berasal dari daerah dengan  iklim sedang (sub-tropis), tetapi dengan varietas introduksi tanaman anggur juga bisa dikembangkan di daerah dengan iklim tropis, seperti di Indonesia. Tanaman anggur sudah beradaptasi sejak abad ke-19 dan  mulai dibudidayakan di Indonesia sebanyak 40 varietas, dan dari beberapa varietas tersebut  lebih dikenal secara luas adalah anggur merah, anggur hitam, dan anggur hijau (Marhumah et.al., 2016).  
Berdasarkan  laporan  Badan Pusat Statistik (BPS), tanaman anggur di Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan dan penurunan produksi dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa produksi tanaman anggur di NTT tidak stabil atau mengalami kenaikan maupun penurunan setiap tahunnya yang disebabkan oleh sejumlah faktor salah satunya faktor kualitas bibit. Salah satu  teknik memperbanyak tanaman adalah dengan teknik stek yang dirangsang dengan zat pengatur tumbuh auksin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek batang tanaman anggur  terhadap pemberian beberapa konsentrasi ZPT auksin setelah direndam selama 3 jam. Penelitian  menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan tujuh perlakuan yaitu H0 (Kontrol), H1 (100 ppm), H2 (200 ppm), H3 (300 ppm), H4 (400 ppm), H5 (500 ppm), H6 (600 ppm). Pengamatan  non – destruktif seperti jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang dan lebar daun  dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu 4, 6, 8, 10, 12 minggu setelah tanam sedangkan pengamatan destruktif seperti panjang akar, bobot segar tunas, dan berat kering akar dilakukan pada umur 12 minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian  ZPT auksin berpengaruh terhadap stek batang tanaman anggur dan pemberian  konsentrasi 200 ppm  memberikan hasil tertinggi pada variabel jumlah panjang tunas, jumlah daun, panjang daun, panjang akar dan berat kering akar. 
 Kata Kunci : Stek batang tanaman anggur, Konsentrasi ZPT auksin</note>
<classification><![CDATA[542.11]]></classification><ministry><![CDATA[54211]]></ministry><studentID><![CDATA[2004060002]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240625]]></identifier><departementID><![CDATA[Agroteknologi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.11 TPO R]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-agrotek.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[28581]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-10 11:45:27]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-14 11:15:38]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>