<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28729">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penerapan Hukum Adat Ukun Banur Terhadap Penyelesaian Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANSGARIUS JACINTUS TAE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Simplexius Asa</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>A.Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>A Resopijani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Simpleksius Asa, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Reny Rebeca Masu, SH.,MH. - 19630203 199003 2 002</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvi + 66 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ukun banur adalah salah satu hukum adat yang digunakan masyarakat Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, dalam menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satunya adalah dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ukun banur berarti ajaran atau larangan yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Ukun banur selalu mengutamakan kepentingan bersama dan memiliki beberapa ciri yakni tidak tertulis dan tidak tersusun secara sistematis. Hukum adat ukun banur juga bercorak tradisional yang artinya bersifat turun-temurun dari zaman nenek moyang hingga ke anak cucu yang keadaannya masih tetap berlaku dan dipertahankan sampai saat ini. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah penerapan hukum adat ukun banur terhadap penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka? (2) Apakah faktor penghambat dalam penerapan hukum adat ukun banur terhadap penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder dengan jumlah informan 9 orang yang terdiri dari 3 orang tokoh adat, 3 orang tokoh pemerintah dan 3 orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, kajian pustaka dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penerapan hukum adat ukun banur terhadap penyelesaian kasus kekerasan dalam rumah tangga di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka menggunakan dua mekanisme yaitu menggunakan mekanisme hukum adat  murni dan mekanisme campuran yaitu dengan melibatkan pemerintah setempat. (2) Faktor penghambat dalam penerapan hukum adat ukun banur yaitu kesadaran masyarakat masih rendah serta tidak takut dan malu terhadap sanksi adat yang didapat. Sanksi adat yang diberikan tidak memiliki kekuatan hukum dan belum ada aturan dari pemerintah setempat sehingga belum bersifat mengikat bagi semua masyarakat.
Kata kunci: Penerapan, Hukum Adat, Hukum Adat Ukun Banur, Penghambat, Kekerasan dalam Rumah Tangga.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010324]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240830]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 TAE P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-hk-acara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[28729]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-14 20:23:15]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-21 14:14:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>