<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28832">
<titleInfo>
<title><![CDATA[GAMBARAN KONDISI KESEHATAN LINGKUNGAN PASAR   DAN TINGKAT KEPADATAN TIKUS DI PASAR   TRADISIONAL KOTA KUPANG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Arini Novita Ati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Agus Setyobudi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mustakim Sahdan, S.KM.,M.Kes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Mustakim Sahdan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agus Setyobudi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Yendris K. Syamruth, SKM.,M.Kes.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv+65 halaman+8 lampiran]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pasar tradisional harus memperhatikan kondisi kesehatan lingkungan pasar, karena dengan lingkungan pasar yang bersih, aman, nyaman, dan sehat akan terhindar dari risiko penularan penyakit terutama tikus. Masalah utama yang terdapat pada Pasar tradisional Kota Kupang yakni terletak pada daerah rawan kecelakaan, pembagian zonasi belum tertata dengan baik, pasar tidak dilakukan proses desinfeksi, serta rendahnya PHBS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kondisi kesehatan lingkungan pasar dan tingkat kepadatan tikus pada pasar tradisional Kota Kupang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode Survei. Penelitian ini dilakukan di pasar tradisional Kota Kupang pada bulan Juni-Juli 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasar tradisional yang berada di Kota Kupang sebanyak 5 pasar. Sampel dalam penelitian ini yakni 3 pasar tradisional yang terdiri atas Pasar Oebobo, Pasar Kasih Naikoten dan Pasar Oeba. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan Peraturan Menkes No. 17 tahun 2020 tentang Pasar Sehar. Hasil penilaian terhadap kondisi kesehatan lingkungan pada Pasar Oebobo diperoleh skor 58 (46,77%) dengan kategori tidak memenuhi syarat pasar sehat, Pasar Kasih Naikoten diperoleh skor 50 (40,32%) dengan kategori tidak memenuhi syarat pasar sehat dan Pasar Oeba diperoleh skor 44 (35,48%) dengan kategori tidak memenuhi syarat pasar sehat. Hasil pemasangan perangkap tikus pada Pasar Oebobo diperoleh jumlah tikus sebanyak 14 ekor dengan kepadatan (7%) kategori tinggi, Pasar Kasih Nikoten diperoleh jumlah tikus sebanyak 10 ekor dengan kepadatan (5%) kategori tinggi dan Pasar Oeba diperoleh jumlah tikus 8 ekor dengan kepadatan (4%) kategori tinggi. Diharapkan kepada Perusahaan Daerah Pasar agar menambah fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan pada setiap los dan juga melakukan desinfeksi pasar, serta kepada pedagang agar senantiasa memperhatikan sanitasi pasar agar terhindar dari risiko penyebab penyakit.  
Daftar Pustaka : 28 (2008-2024) 
Kata Kunci : Kesehatan Lingkungan, Kepadatan Tikus, Pasar Tradisional, Kota Kupang</note>
<classification><![CDATA[132.01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[2007010059]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241010]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132.01 Ati G]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cov.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[28832]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-17 14:32:21]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-21 09:26:45]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>