<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="28987">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Identifikasi Pola Sebaran Titik Api (Hotspot) Dan Penyebab Kepadatannya Di Sekitar Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Camplong “Studi Kasus di Desa Oebola Dalam dan Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRA ANDREW JULIO BENU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WILHELMINA SERAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ludji M. Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Wilhelmina Seran</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ludji M. Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Norman P. L. B. Riwu Kaho</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XV + 66 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Setiap daerah hutan memiliki penyebab terjadinya kebakaran yang berbeda. Sumber timbulnya api perlu diketahui guna merencanakan dan menentukan upaya pengendalian yang tepat agar kebakaran hutan tidak meluas atau dapat diatasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berusaha untuk mengkaji dan mendeskripsikan faktor penyebab kebakaran hutan dan upaya pengendalian kebakaran hutan di Taman Wisata Alam Camplong. Metode pengambilan data menggunakan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indikasi adanya kebakaran hutan dan lahan dapat diprediksi melalui interpretasi citra satelit untuk sebuah pixel yang memiliki temperatur diambang batas pada suatu tempat. Jumlah Titik Panas tahunan sepanjang 2017 – 2021 sebanyak 333 titik dengan jumlah Desa Sillu memiliki 282 Titik Panas atau sebanyak 84% dari total yang ada dan Desa Oebola terdapat 51 titik atau sebesar 15 % dari total yang ada. Kemunculan Titik Panas terbanyak berada pada empat tipe tutupan lahan yakni lahan pada tutupan lahan pertanian terdapat Titik Panas sejumlah 135 (40,54%), tutupan lahan hutan sebanyak 85 titik (25,53%), tutupan lahan savana sebanyak 59 titik (17,72%), tutupan lahan semak belukar sebanyak 42 titik (12,61%). Titik Panas yang relatif lebih sedikit ditemukan kemunculannya berada pada tipe tutupan lahan permukiman dengan jumlah 8 titik (2,40%), tutupan lahan sawah sebanyak 3 titik (0,90%), dan terendah pada areal sungai 1 titik (0,30%). Jumlah kemunculan Titik Panas berdasarkan fungsi kawasan hutan terbanyak berada pada Areal Penggunaan Lain (APL) sejumlah 168 titik (50,45%), fungsi Lindung (HL) sebanyak 116 titik (34,83%), fungsi Produksi (HP) sebanyak 42 titik (12,61%) dan paling rendah pada kawasan Konservasi yakni 7 titik (2,10%).
Kata Kunci : Titik Panas, Kebakaran Hutan dan Lahan, Desa Sillu dan Desa Oebola Dalam, TWA Camplong</note>
<classification><![CDATA[542.51]]></classification><ministry><![CDATA[54251]]></ministry><studentID><![CDATA[1704070054]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240422]]></identifier><departementID><![CDATA[Kehutanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.51 BEN I]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="31150" url="" path="/54251-S1-1704070054-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Identifikasi Pola Sebaran Titik Api (Hotspot) Dan Penyebab Kepadatannya Di Sekitar Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Camplong “Studi Kasus di Desa Oebola Dalam dan Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[prodi-kehutanan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[28987]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-22 17:04:06]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-23 14:13:32]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>