<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29008">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pelanggaran Kode Etik Kepolisian Republik Indonesia Dalam Penyidikan Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi Dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia) Di Kepolisian Resor Sumba Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIKOLAS BRYAN RADJA MANU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DARIUS A KIAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Darius A Kian</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 58 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) merupakan lembaga yang menjalankan tugas kepolisian sebagai profesi, maka membawa konsekuensi adanya kode etik profesi maupun peraturan disiplin yang harus dipatuhi oleh setiap anggota POLRI. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Faktor-faktor yang menyebabkan anggota polisi melakukan pelanggaran kode etik terhadap pelaku pencurian dengan kekerasan di Kepolisian Resor Sumba Timur? (2) Bagaimanakah penerapan hukum terhadap anggota polisi yang melakukan pelanggaran kode etik dalam penyidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan di Kepolisian Resor Sumba Timur?

Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap responden yang berhubungan langsung dengan kasus yang diteliti, serta melalui studi dokumen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran kode etik dalam penyidikan tindak pidana pencurian dengan kekerasan disebabkan oleh faktor internal seperti sikap subyektif penyidik yang mengabaikan hak-hak tersangka, serta faktor eksternal seperti kurangnya alat bukti dan tekanan dari institusi untuk mempercepat penyelesaian kasus. Selain itu, pelanggaran juga kerap terjadi karena pelakunya merupakan residivis sehingga membuat aparat kepolisian merasa perlu memberikan efek jera melalui kekerasan.

(2)	Penerapan hukum terhadap anggota polisi yang melakukan pelanggaran kode etik, telah diatur dalam Peraturan Kepala Badan. Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian. Namun, meski aturan dan sanksi telah ditetapkan, praktik kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian masih terjadi. Hal ini mencerminkan tantangan penerapan kode etik.

Penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelatihan etika profesi, pengawasan yang lebih ketat, penegakan sanksi yang tegas, dan penguatan transparansi dalam proses penyidikan. Upaya ini penting untuk menjaga integritas dan profesionalisme POLRI.

Kata Kunci: Faktor Penyebab Pelanggaran Kode Etik, Pencurian dengan Kekerasan, Penerapan Hukum.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010233]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241009]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 MAN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="31175" url="" path="/74201-S1-2002010233-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Pelanggaran Kode Etik Kepolisian Republik Indonesia Dalam Penyidikan Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Kode Etik Profesi Dan Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republi]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29008]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-23 14:53:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-24 10:52:46]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>