<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29023">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Analisis  Respon  Masyarakat  Terhadap Perombakan   Kawasan  Hutan  Menjadi  Areal Bendungan  Manikin  Tefmo (Studi  Kasus  Di Desa  Kuakalalo  Kecamatan  Taebenu Kabupaten  Kupang)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NELI MELIATI SAKAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIXON RAMMANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FADLAN.PRAMATANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Nixon Rammang</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Pamona S. Sinaga</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FADLAN P.RAMATANA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xix + 52 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab penolakan masyarakat terhadap alih fungsi lahan kawasan hutan menjadi bendungan, serta mendeskripsikan solusi kerja sama yang baik antara masyarakat dan pengelola dalam pemanfaatan alih fungsi lahan saat proses pembangunan bendungan Manikin Tefmo di desa Kuaklalo Kecamatan Taebenu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa pernyataan dalam kuisioner yang diukur dengan model skala likert yang berhubungan dengan pertanyaan tentang sikap seseorang terhadap sesuatu (Sugiyono, 2012). Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik Purposive sampling yaitu teknik pengumpulan sampel dengan tujuan khusus dan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya (Sugiyono, 2016). Berdasarkan data statistik dari Kantor desa Kuaklalo pada tahun 2022 diketahui jumlah seluruh populasi masyarakat di desa Kuaklalo sebanyak 567 orang. 
Kawasan hutan menjadi areal bendungan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya kehilangan sumber mata pencaharian, keterlibatan dan partisipasi masyarakat yang kurang, ketidakpercayaan terhadap manfaat yang dihasilkan, serta kekhawatiran terhadap bencana lingkungan. Pemerintah harus melakukan kerjasama dengan masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu melakukan evaluasi dan pengawasan untuk memastikan bahwa dampak dari perombakan sesuai harapan, mengidentifikasikan dan mengatasi masalah Perlunya pemerintah melakukan pendekatan dengan masyarakat desa Kuaklalo. 
Sebaiknya pemerintah dalam hal ini dinas kehutanan bekerja sama memberikan program-program penyuluhan dan sosialisasi bagi masyarakat Desa Kuaklalo tentang hutan seperti manfaat dan kegunaan dalam pembangunan bendungan yang mengharuskan adanya perubahan kawasan hutan sehingga masyarakat lebih lebih paham. Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sehingga yang kehilangan mata pencaharian dalam hal ini yang manggantungkan hidup pada hutan dapat memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah perlu menyediakan lahan baru untuk pemukiman masyarakat yang terkena dampak dari perombakan kawasan hutan.

Kata Kunci : Bendungan, Kawasan Hutan, Respon, Masyarakat</note>
<classification><![CDATA[542.51]]></classification><ministry><![CDATA[54251]]></ministry><studentID><![CDATA[1804070024]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240624]]></identifier><departementID><![CDATA[Kehutanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.51  SAK A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[prodi-kehutanan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29023]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-24 15:09:24]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-10-28 13:44:22]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>