<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29106">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kuasa Eksklusi Dalam Pembangunan Geothermal Di Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ANDRIANA NATALIA WEA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Laurensius P. Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yonatan Lopo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Laurensius P Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AKHMAD SYAFRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yonatan H. Lopo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 74 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini dengan judul ” Kuasa Eksklusi Dalam Pembangunan Geothermal DI Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada”. Dilatarbelakangi oleh pengembangan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi ( PLTPB)  Mataloko, dengan rumusan Bagaimana Praktik Kuasa Eksklusi Mengenai  Regulasi, Pemaksaan,Pasar Serta Legitimasi Dalam Tiga Dimensi Kuasa John Gaventa dengan Tujuan untuk Menjelaskan Praktik Kuasa Eksklusi. Guna membeda Proposal ini, peneliti menggunakan Teori Kuasa Eksklusi Tania muray Lii.  penelitian  dengan mengelaborasikan dalam Teori Tiga Dimensi Kuasa John Gaventa. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan proposal ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. bahwa pembangunan geothermal telah mengeksklusi masarakat lokal dalam hal ini pembatasan akses terhadap masyarakat dari tanah.Sumber daya alam. Regulasi proyekn energy sebagai inisiatif pemerintah pusat dan dukungan pemerintah daerah,dan kuasa koersi sebagai siasat eksklusi,juga pasar sebagai wahana eksklusi dan didukung oleh legiitmasi yang digunakan sebagai modus pembangunan geothermal. Komplektivitas dinamika kekuasaan yang terjadi serta interaksi antara berbagai macam kepentingan dalam dinamika kekuasaan yang terjadi dalam konteks pembangunan geothermal. Analisis menggunakan kerangka teori eksklusi sosial LI (2011) dan teori 3 dimensi kuasa John Gaventa (2006) memberikan pemahaman mendalam mengenai eksklusi yang ada dalam masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan akses atas tanah dan lahan dan ke lahan pertanian  serta penetapan pemberlakuan pengaturan yang otoriter tanpa memikirkan konteks lokal. Penelitan ini menunjukan bahwa meskipun geothermal energy bersih proses pengembangan dapat menciptakan atau memperparah ketidakadilan sosial jika tidak dikelola dengan baik.implikasi temuan ini yakni perlunya reformasi kebijakan WKP yang mempertimbangkan hak hak masyakat adat,mekanisme kompensas yang adil dan tranparan,proses pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh msyarakat serta program edukasi untuk mengingkatkan pemahaman masyarakat tentang hak hak masyarakat. 

Kata kunci : Geothermal, kuasa eksklusi,pembangunan strategy nasional, 3 dimensi kuasa,kehancuran ekologi</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003040011]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241004]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 WEA K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="31285" url="" path="/67201-S1-2003040011-2024-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Kuasa Eksklusi Dalam Pembangunan Geothermal Di Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29106]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-05 15:26:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-08 08:50:02]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>