<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29169">
<titleInfo>
<title><![CDATA[STUDI EKSPLORASI KETERAMPILAN DAN KEBUTUHAN UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN KADER POSYANDU DI DESA BATUTUA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Jean Evalyne Dami</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>CHRISTINA RONY NAYOAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HELGA JILLVERA NATHALIA NDUN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Apris A Adu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Christina Rony Nayoan</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Helga Jillvera Nathalia Ndun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XII + 111 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Keterampilan petugas kesehatan masyarakat (Kader) adalah kemampuan untuk melakukan tahapan penimbangan, pengisian, dan pembacaan Kartu Pertumbuhan Kesehatan Anak dan untuk mendidik dan memberikan konseling kesehatan kepada ibu dan anak-anak. Masalah yang dihadapi kader adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dan kebutuhan akan lebih banyak pelatihan yang diberikan kepada mereka. Kondisi ini akan mempengaruhi keterampilan mereka dalam menyediakan dan memberikan program kesehatan terpadu untuk masyarakat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Desa Batutua, Distrik Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao. Kabupaten Rote Ndao terletak di Pulau Rote, bagian paling selatan di Indonesia. Penelitian ini berlangsung di tiga pos terintegrasi kesehatan (Posyandu). Peserta penelitian adalah 15 petugas kesehatan masyarakat, keluarga pekerja masyarakat, Bidan Desa, dan pejabat Desa. Variabel yang dipelajari adalah keterampilan dan kebutuhan kader, dan data dikumpulkan menggunakan Wawancara Mendalam. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Studi ini menemukan dua tema utama: keterampilan kader, dengan sub-tema adalah kebiasaan kader, pengalaman, dukungan sosial, sumber daya, dan partisipasi masyarakat. Tema lainnya adalah kebutuhan untuk meningkatkan keterampilan kader, dengan sub-tema adalah kebutuhan akan pelatihan, alat tambahan, dan fasilitas. Analisis data mengungkapkan bahwa kader sudah tahu tentang sistem lima meja Posyandu; namun, mereka menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan untuk masyarakat karena keterbatasan keterampilan dan pengetahuan mereka dan kurangnya fasilitas dan alat yang memadai serta kurangnya kesadaran masyarakat. Oleh karena itu, kader membutuhkan pelatihan dari penyedia layanan kesehatan, dukungan dari pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat. Pemerintah juga harus melakukan intervensi dengan menyediakan alat, fasilitas, dan pelatihan untuk kader di daerah terpencil.
Kata Kunci: Keterampilan, Kebutuhan, Kader, Posyandu</note>
<classification><![CDATA[132. 01]]></classification><ministry><![CDATA[13101]]></ministry><studentID><![CDATA[2007010088]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241004]]></identifier><departementID><![CDATA[Kesehatan Masyarakat]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[132. 01 Dam S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[SKRIPSI_PRODI_IKM_%281%29.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29169]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-08 13:53:27]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-11 09:30:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>