<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29267">
<titleInfo>
<title><![CDATA[KEKUASAAN PEMERINTAH DALAM MENANGANI KEKERINGAN DI KECAMATAIN SABU LIAE, KABUPATEN SABU-RAIJUA DITINJAU  DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 17 TAHUN 2019 TENTANG SUMBER DAYA AIR]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Lepa Avrilianti Putri Mone Mira</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Cyrilius W T Lamataro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr.Saryono Yohanes, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Cyrilius W.T Lamataro</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kekeringan merupakan bencana alam yang mengancam kehidupan dan menimbulkan kerugian. Menurut Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mendefenisikan “Kekeringan adalah ketersediaan air yang jauh di bawah kebutuhan air untuk kebutuhan hidup, pertanian, kegiatan ekonomi dan lingkungan. Permasalahan pokok dalam skrpsi ini adalah: (1) Bagaimanakah pengaturan kewenangan pemerintah di Kabupaten Sabu-Raijua dalam menangani kekeringan? (2) Sejauh manakah upaya pemerintah dalam menangani kekeringan diKecamatan Sabi Liae, Kabupaten Sabu-Raijua? (3) Apakah faktor yang menghambat upaya pemerintahan dalam menangani kekeringan diKecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu-Raijua?Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dan didukungoleh penelitian yuridis empiris. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data interview dengan 30 responden, dan studikepustakaan, dan data dianalisis secara dekriptif-kualitatif.Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) Kabupaten Sabu-Raijuamemiliki wewenang dalam menetapkan kebijakan sesuai wilayahnya maka perlu menetapkan kebijakan dalam menangani kekeringan, kebijakan yang diperlukan untuk menangani kekeringan mencakup berbagai elemen yang dapat membantu mengelola sumber daya air dengan lebih baik dan mengurangi dampak kekeringan agar tidak terjadi krisis air bersih, dalam hal ini haruslah mencakup berbagai inisiatif dan tindakan, tergantung pada kondisi lokal dan masalah yang dihadapi. (2) Upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani kekeringan di Kecamatan Sabu Liae Kabupaten Sabu-Raijua yang meliputi: program penghijauan, program penyuluhan, program pembangunan embung, dan program distribusi air bersih. (3) Faktor yang menghambat upaya pemerintah dalam menangani kekeringan di Kecamatan Sabu Liae, Kabupaten Sabu-Raijua yang meliputi faktor kesadaran hukum masyarakat, faktor biaya, dan faktor sarana.
Kata Kunci: Pengaturan, Kewenangan Pemerintah, Kekeringan, Upaya Pemeritah, Faktor penghambat</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010194]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20240830]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Mir K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29267]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-12 09:36:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-12 13:57:03]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>