<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29268">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA) Studi Terhadap Konflik Pengelolaan Destinasi Pariwisata Air Panas Rana Masak Kabupatenmanggarai Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Rifantus Buyung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yohanes F. keon</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ananias R.P. Jacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FRANS B.RICKY HUMAU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>YOHANES FISHER KEON</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ananias R.P. Jacob</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[24]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 84 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Konflik tata kelola sumber daya alam merupakan masalah yang sering muncul di wilayah yang kaya akan potensi pariwisata, terutama di daerah pedesaan yang memiliki hubungan kuat dengan tanah adat (ulayat). Judul penelitian adalah ”Tata Kelola Sumber Daya Alam (SDA) Studi Terhadap Konflik Pengelolaan Destinasi Pariwisata Air Panas Rana Masak, Kabupaten Manggarai Timur”. Dalam menganaalisis konflik pariwista air panas Rana Masak, melibatkan dua desa, yaitu Desa Golo Ndele dan Desa Rana Masak. Dimana masing-masing mereka mengklaim hak atas tanah ulayat dan letak administratidf desa di kawasan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah dengan satu pertanyaan mendasar yaitu: Bagaimana konflik pengelolaan destinasi pariwisata air panas Rana Masak Kabupaten Manggarai Timur?.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif untuk mengumpulkan data dari berbagai aktor yang terlibat, termasuk pemerintah desa, tokoh adat, masyarakat desa, tokoh pemuda, atau pihak yang memiliki kepentingan dalam pengembangan pariwisata. Untuk menemukan masalah tersebut, peneliti menggunakan kerangka teori Segitiga Konflik ”ABC Johan Galtung” untuk mengidentifikasi akar masalah konflik, sikap dan persepsi para pihak yang terlibat, serta perilaku yang memperparah konflik tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik ini dipicu oleh ketidakjelasan batas wilayah administratif dan hak ulayat, serta kepentingan
 

pemerinntah daerah yang bekerja sama dengan desa Golo Ndele yang memilik hak ulayat tanah. Sehingga terjadilah pertentangan antara masyarakat Golo Ndele dan masyarakat Rana Masak, serta pemerintah daerah yang di gugat oleh desa desa Rana Masak. Selain itu, kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan destinasi wisata memperburuk situasi. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan tata kelola yang inklusif dan berbasis pada dialog antara semua pihak yang terlibat untuk mencapai penyelesaian konflik yang berkelanjutan dan adil.

Kata kunci: konflik sumber daya alam, tata kelola, pariwisata, hak ulayat, Segitiga Konflik ABC, Air Panas Rana Masak</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003040133]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241015]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 BUY T]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29268]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-12 09:47:43]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-11-12 10:40:40]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>