<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29396">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KASUS  DISKRIMINASI GENDER]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>WINDA WELHELMINA NDOLU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SARYONO YOHANES</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JENNY ERMALINDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Saryono Yohanes</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>JENNY ERMALINDA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[26]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Diskriminasi gender merupakan salah satu kasus yang paling sering terjadi 
di Indonesia. Diskriminasi gender merujuk pada segala bentuk perlakuan berbeda, 
pengecualian, dan pembatasan yang dilakukan berdasarkan jenis kelamin 
seseorang, dengan tujuan untuk mengurangi atau mencabut pengakuan, 
keuntungan, atau hak asasi manusia dalam berbagai bidang seperti politik, 
ekonomi, sosial, budaya, sipil, dan bidang lainnya. Salah satu kasus diskriminasi 
gender yang terjadi di Indonesia tepatnya di provinsi Nusa Tenggara Timur pada
Suku Atonimeto, di mana terdapat tradisi sunat tradisional (sifon) yang merupakan 
suatu fase peralihan dari remaja laki-laki menuju laki-laki dewasa. Dalam tradisi 
ini setelah selesai melakukan sifon para laki-laki Suku Atonimeto diwajibkan
melakukan hubungan seksual dengan perempuan yang tidak dikenalnya sebagai 
bentuk pendingin setelah melakukan sifon. Selain itu ada juga kasus yang terjadi di 
perusahaan-perusahaan besar seperti pada PT Alpen Food Industry dimana terdapat 
karyawan wanita mengalami diskriminasi gender. Berdasarkan latar belakang di
atas, maka dirumuskan masalah yaitu: (1) Bagaimanakah tanggung jawab
pemerintah dalam memberikan perlindungan hak asasi manusia dalam kasus 
diskriminasi gender dan (2) Apakah faktor pendorong terjadi kasus diskriminasi
gender. 
Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan menggunakan 
pendekatan perundang-undangan (statue approach), pendekatan konseptual 
(conceptual approach), pendekatan historis (historical approach) dan pendekatan 
kasus (case approach). Penelitian ini juga menggunakan bahan hukum primer, 
sekunder dan bahan hukum tersier dengan menggunakan teknik studi pustaka. 
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Bentuk penanganan 
diskriminasi gender di Indonesia dapat dilakukan oleh lembaga-lembaga negara 
yang berkaitan dengan diskriminasi gender seperti Kementrian Pemberdayaan 
Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian HAM dan Komisi Nasional Anti 
Kekerasan terhadap Perempuan. (2) Terdapat beberapa faktor pendorong terjadinya 
diskriminasi gender di Indonesia antara lain, faktor budaya dan sosial, faktor 
pendidikan, faktor hukum dan faktor ekonomi.
Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Kesetaraan Gender, Diskriminasi Gender</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010295]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241101]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Ndo P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29396]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-06 20:09:32]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-09 10:07:08]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>