<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29533">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Komunikasi Trasendental Dalam Ritual Adat Masyarakat Etnis Tana Ai (Studi Etnografi Dalam Tradisi Gren Mahe Di Desa Tana Ai, Kabupaten Sikka)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DIKI APRIANO BURA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRUS ANA ANDUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ana Andung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Emanuel S.  Leuape</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 161 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ritual Gren Mahe ialah ritual adat bagi orang Etnis Tana Ai yang tinggal di Kabupateb Sikka,  yang  merupakan ritual pesta adat yang dibuat untuk menyampaikan  rasa syukur dan memohon berkat atas rejeki yang telah diberikan oleh sang wujud tertinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui proses komunikasi Transendental, untuk memahami dan menjelaskan proses Komunikasi transendental dala ritual Gren Mahe dan mengetahui pemaknaan masyarakat Terhadap komunikasi transendental dalam Ritual Gren mahe pada masyaarakat etnis Tana Ai di Kabupaten Sikka. Paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretatif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode Etnografi dengan data diperoleh dari yang ada di lapangan dapat melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori Komunikasi Ritual. Hasil penelitian menunjukan dalam proses Ritual Gren Mahe di desa Werang terdapat tahapan-tahapan atau proses, yaitu tahapan persiapan atau sebelum yang didalamnya ada tahap Pati Werot,Proi,Laba Lepo Sorong Woga, Pete Lue, Wai Ea, Plerong Widin Tama,Ro,a Labit lalu masuk pada  tiga (3) hari sebelum upacara ada tahap yaitu membawa Waning, Labit, Teli Apur dan widing wido Gahu kedalam Mahe, masuk ke dua (2) hari sebelum upacara ada tahap Nara Wowa dan satu (1) hari sebelum terdapat tahap atau upacara Poto Watu Miring, Pati Urun Nilo dan Pati Mawar, lalu pada waktu pelaksanaanya terdapat tahapan yaitu yang pertama Pati Gete, Soka Toja dan Neni Hokot,Tau Tola Pati Lahi,Du’a Pu’an Hama Namang Bura Dame,Dou,Wehak dan Pati Gorok Ulan dan tahapan sesudah yaitu ada Pati Sesok. Dalam semua tahapan tersebut yang menjadi fokus peneliti adalah proses komunikasi Transendental yang terjadi yang dimana dalam prosesnya Isi pesan komunikasi transendental berupa Tarian, doa-doa dan syair nyanyian yang disebut Bleka Hara dan Kebanara. Tahapan yang sudah dijelaskan terdapat pemaknaan yang dimaknai oleh masyarakat yaitu Ritual Gren Mahe sebagai ritual yang sangat sakral. Mereka percaya bahwa sebagai bentuk ucapan syukur dan segala permohonan keinginannya kepada Tuhan maka dilakukannya ritual Gren Mahe.
Kata Kunci :  Gren Mahe, Komunikasi Transendental, Mahe,Tana Ai,Sikka</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003050179]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241115]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 BUR K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29533]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-16 13:11:07]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-18 14:51:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>