<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29599">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PUTUSAN PENGADILAN TENTANG PENEGAKAN HUKUM  TERHADAP PELAKU ORANG BIASA  YANG MELANGGAR NORMA HUKUM KEDOKTERAN  (Studi Putusan Nomor:]]></title>
<subTitle><![CDATA[195&#47;Pid.Sus&#47;2021&#47;PN Kpg)]]></subTitle>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yuni Farida Duka</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JIMMY PELLO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Prof. Dr. Jimmy Pello, S.H., M.S.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. ORPA GANEFO MANUAIN, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Malpraktik merupakan suatu perbuatan di mana seseorang lalai dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab profesinya dengan baik sehingga menyebabkan orang lain mengalami kerugian atau penderitaan. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah pelaku yang berpraktik sebagai dokter gigi dapat disebut sebagai pelaku malpraktik medis? (2) Apakah dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku malpraktik medis (Putusan Nomor: 195/Pid.Sus/2021/PN Kpg)? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan teknik pengumpulan bahan hukum studi kepustakaan (library research) kemudian dianalisis dan disusun secara sistematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perbuatan Terdakwa dapat dikategorikan sebagai malpraktik medis karena memenuhi empat elemen kunci yaitu kewajiban, pelanggaran, kausalitas, dan kerugian. Mengingat bahwa pelaku merupakan orang biasa dan bukan merupakan tenaga medis professional, Pasal 360 KUHP paling tepat untuk menjerat pelaku yang merupakan orang biasa dalam kasus cedera atau gangguan kesehatan karena relevansi Pasal 360 KUHP secara eksplisit mengatur tentang kelalaian yang menyebabkan luka-luka atau gangguan kesehatan. (2) Analisis sosiolegal dalam putusan, hakim mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan kebutuhan dan dampak sosial dari suatu kasus hukum. Dalam Putusan Nomor: 195/Pid.Sus/2021/PN Kpg, hakim menjatuhkan pidana penjara selama 7 bulan kepada terdakwa. Putusan ini dinilai terlalu ringan dan kurang adil karena beberapa alasan antara lain, tidak mencerminkan keadilan bagi korban, tidak proporsional dengan tingkat kesalahan dan dampak malpraktik medis, tidak memberikan efek jera yang memadai, lebih sesuai dengan perbuatan pelaku, memberikan keadilan bagi korban, dan berkontribusi pada penegakan hukum yang lebih baik dalam kasus malpraktik medis. 
Kata Kunci: Malpraktik, Penegakan Hukum, Orang Biasa, Pertimbangan Hakim</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010086]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241028]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Duk A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29599]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-18 10:58:56]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-20 12:50:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>