<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29616">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Prosedur Penyitaan Barang Bukti Hasil Tindak Pidana Penggelapan Oleh Kepolisian Sektor Kelapa Lima Serta Kendala-Kendala Dalam Proses Penyitaan Sebagai Tolak-Ukur Tingkat Kepercayaan Masyarakat Kepada Institusi Kepolisian Republik Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NYONGKY DEMSINTO NALLE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DAUD DIMA TALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Daud Dima Talo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Bhisa Vitus Wilhelmus, S.H.,M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiii + 56 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Dalam melakukan penyitaan, kadang-kadang Polisi tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya, misalnya meminta biaya transportasi dari korban penggelapan sepeda motor. Penelitian ini membahas dua rumusan masalah yaitu: (1)	Bagaimanakah prosedur penanganan perkara tindak pidana penggelapan di wilayah hukum Kepolisian Sektor Kelapa Lima? (2) Apakah kendala yang dihadapi Kepolisian Sektor Kelapa Lima dalam proses penyitaan barang bukti tindak pidana penggelapan? Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris. Jenis dan sumber data dalam peneitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan, melalui wawancara terstruktur dengan tiga responden dan data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Prosedur penyitaan barang bukti yang diterapkan di Kepolisian Sektor Kelapa Lima Kupang, yaitu: Penyitaan dapat dilakukan apabila sudah dinaikan dari tingkat penyelidikan ke tingkat penyidikan dan memenuhi dua unsur alat bukti; Surat perintah penyitaan; Penyitaan baik dari korban maupun pelaku yang menguasai alat bukti tersebut; Berita acara penyitaan atau surat tanda terima alat bukti baik dari korban maupun pelaku; Penyegelan alat bukti dan diberi lebel alat bukti; Persetujuan penetapan alat bukti dari Pengadilan Negeri setempat. (2) Menurut penyidik kepolisian sektor kelapa lima ada tiga kendala yang sering dihadapi pada saat melakukan penyitaan barang bukti hasil tindak pidana penggelapan, yaitu: Barang bukti tersebut telah dihilangkan oleh tersangka; Barang bukti tersebut habis terpakai; Barang bukti ke luar negeri. Saran dari penulis adalah: Diharapkan hal yang menghambat tidak dilakukannya penyitaan walaupun sudah ada surat ijin penyitan dari ketua Pengadilan Negeri Kupang tidak lagi dan sebaiknya Kepolisian Sektor Kelapa Lima dalam prosedur melakukan penyitaan barang bukti mampu mengatasi kendala-kendala dalam penyidikan sehingga dapat mengurangi terjadinya kerugian bagi masyarakat, akibat dari korban tindak pidana pengelapan.
Kata	kunci: Posedur Penanganan Perkara, Penggelapan, Kendala Dan Penyitaan Barang Bukti</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010237]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241112]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 NAL P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29616]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-18 15:24:09]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-20 10:20:18]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>