<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29683">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Upaya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dalam Mitigasi Masalah Kekeringan Di Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NORBERTINE DWI PUTRI PINING</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HENDRIK TODA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>David W. Rihi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hendrik Toda</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aspri Budi Oktavianto</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>David W. Rihi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 119 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kota Kupang adalah salah satu daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan wilayah yang rawan bencana kekeringan. Berbagai faktor yang menyebabkan kekeringan di Kota Kupang diantaranya adalah periode musim kemarau yang berkepanjangan berkisar antara (31-60 hari) hingga ekstrim panjang (> 60 hari) dan air tanah yang tidak dapat diserap saat musim hujan. Hal ini menyebabkan ketersediaan air bersih di Kota Kupang mengalami Kelangkaan saat musim kemarau tiba dan tanah akan mengering saat musim kemarau, masih banyak faktor penyebab lainnya baik disebabkan oleh alam itu sendiri maupun yang disebabkan oleh makhluk hidup, menyoroti krisis air di Kota Kupang yang dilansir dari (https://www.mongabay.co.id/2021) presentase rumah tangga mengalami kesulitan air bersih terutama pada musim kemarau sebesar 35,8% dengan tingkat konsumsi air tertinggi yaitu >50 liter per hari. 
Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi kekeringan di kota kupang belum sepenuhnya berhasil mengakibatkan kekeringan di Kota Kupang masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perhatian pemerintah melalui upaya mitigasi bencana kekeringan melalui salah satu dinas yang bertugas adalah dinas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi langsung.
Hasil penelitian ini menujukan bahwa upaya yang dilakukan  BPBD dalam mitigasi bencana kekeringan di Kota Kupang melalui Upaya dan Pendekatan dalam mitigasi bencana (Ramli, 2010: 32) diantaranya: 1. Pendekatan teknis yaitu, (1) Mempersiapkan kebijakan terkait mitigasi bencana kekeringan. (2) menyiapkan petunjuk teknis penanggulangan bencana kekeringan. 2. Pendekatan manusia yaitu, (1) Masyarakat harus mampu memperbaiki dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. (2) Memahami gejala-gejala dari potensi bencana alam yang ada. 3. Pendekatan Administrasi yaitu, (1) Mengembangkan program pembinaan dan pelatihan bencana kekeringan. (2) Penyiapan prosedur tanggap darurat bencana kekeringan. 4. Pendekatan Kultural yaitu pendekatan yang dilakukan menggunakan konsep kearifan lokal. Melihat data, dokumen, dan hasil wawancara yang dilakukan penulis,Upaya BPBD Kota Kupang dalam mitigasi bencana sudah berjalan dengan baik, namun belum optimal dikarenakan minimnya kesadaran untuk menjaga lingkungan..
Kata Kunci: Upaya BPBD, Mitigasi, Kekeringan.</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103010129]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241216]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Administrasi Negara]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 PIN U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-adm-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29683]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-19 19:16:34]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-20 11:00:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>