<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29717">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kebebasan Berpendapat Dalam Media Sosial Di Indonesia]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SAMUEL SADIK LAKAPU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>KOTAN Y STEFANUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERNIMUS RATU UDJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Hernimus Ratu Udju, S.H., M.H</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Dr. Kotan Y Stefanus,S.H., M.Hum</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIO A. LAWUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2024]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 79 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kebebasan berpendapat sangat penting untuk masyarakat saling berinteraksi, dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik mengatur masyarakat dalam berinteraksi di media sosial. Pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, masih sering terjadi meskipun sudah ada ketentuan yang mengatur cara berinteraksi dalam media sosial, Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman lebih lanjut terkait makna dan implementasi kebebasan berpendapat dalam media sosial di Indonesia. Penelitian ini memiliki rumusan masalah: (1) Bagaimanakah makna kebebasan berpendapat dalam media sosial di Indonesia? (2) Bagaimanakah implementasi kebebasan berpendapat dalam media sosial beserta dampaknya di Indonesia?. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang didukung oleh metode penelitian yuridis empiris. Dalam Penelitian ini, pendekatan Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah Pendekatan Undang-undang (statute approach), pendekatan perbandingan (comparative approach), dan pendekatan kasus (case approach). Data penelitian ini bersumber dari data primer berupa observasi dan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier yang dikumpulkan menggunakan studi kepustakaan dan observasi dan Penelitian ini dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Kebebasan berpendapat dalam media sosial di Indonesia adalah sebuah kemerdekaan dalam mengungkapkan perasaan pemikiran gagasan dan ekspresi dalam bentuk virtual yang diwadahi oleh platform digital seperti media sosial namun dibatasi oleh tanggung jawab untuk menjaga etika, tidak merugikan orang lain, dan mengikuti peraturan hukum yang berlaku di Indonesia. (2) Implementasi kebebasan berpendapat dalam media sosial di Indonesia, masih menghadapi masalah karena kurangnya pemahaman tentang batasan kebebasan berpendapat khususnya dalam media sosial seperti penyebaran informasi salah dan pencemaran nama baik yang dapat memicu kekacauan. 
Kata Kunci: Makna, Kebebasan Berpendapat, Media Sosial,  Implementasi Kebebasan Berpendapat, Dampak</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010275]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241113]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 LAK K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[bag-tata-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29717]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-12-20 16:12:22]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-06 15:33:24]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>