<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2989">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Penerapan Sanksi Adat Dalam Tradisi Kaus Nono Dan Saeba Nono Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Mollo Desa Salbait Di Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JANER T. BENU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSINA APRILYSE NDOEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xii + 56 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Proses penerapan sanksi adat dan tradisi kaus nono dan saeba nono. Dampak sanksi adat dalam tradisi kaus nono dan saeba nono pada upacara pernikahan masyarakat Mollo di kecamatan Mollo Barat kabupaten Timor Tengah Selatan. Lokasi penelitian di Desa Salbait Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Teknik penentuan  informan  dilakukan  dengan  cara  snowball  sampling.  Sumber  data dalam penelitian ini yakni sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dengan pendekatan kualitatif dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menujukkan bahwa (1). Kaus Nono dan Saeba Nono terdiri dari tiga kata yaitu: Kaus, Saeba dan Nono. Kaus (mencopot dan menurunkan), Nono dalam konteks (klan) atau marga dan Saeba (mengangkat dari bawah dan memasang pada posisi paling atas). Upaya untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan cara bermusyawarah antara kelurga dengan pihak laki- laki dan wanita, apabila keluarga wanita memberikan sanksi atau denda kepada pihak laki-laki maka pihat laki-laki harus memberikan denda berupa uang, babi, sapi dan sarung sesuai aturan adat yang berlaku. Setelah melakukan sanksi atau denda maka mereka menyepakati waktu untuk menikahkan anak-anak mereka agar mereka bisa melakukan suatu tahap yang dinamakan ritus Kaus Nono dan Saeba   Nono,   apabila   mereka   belum   menikah   maka   mereka   belum   tentu melakukan ritus adat tersebut karena ritus tersebut dilakukan setelah menikah atau sudah membayar belis. (2). Jika sepasang suami isteri sudah melakukan ritus Kaus Nono dan Saeba Nono maka kehidupan mereka lebih nyaman dalam rumah tangga atau mereka tidak akan mengalami kendala-kendala atau napene su’at   artinya bahwa mereka tidak akan mendapatkan tantangan dalam menjalani hidup mereka karena mereka sudah meluruskan jalan hidup sebab Kaus Nono dan Saeba Nono bertantangan denga jalan hidup.Jika tidak melakukan Kaus Nono dan Saeba Nono maka membawah dampak yaitu mengalami nasib sial atau dikenal dengan istilah napene suat (mendapatkan tantangan), Dalam kehidupan rumah tangga isteri dan yang akan mendapatkan dampak tersebut karena mereka belum menjalankan ritual adat  Kaus  Nono  dan  Saeba  Nono     dimana  sang  isteri  dan  anaknya  akan mengalami sakit-sakitan, dan di dalam  rumah  isteri sering  bertengkar  dengan suami.
Kata Kunci: Upacara, Perkawinan, Adat, Tradisi, Sanksi dan Masyarakat.</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090137]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211015]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 BEN P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4236" url="" path="/87201-S1-1601090137-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Penerapan Sanksi Adat Dalam Tradisi Kaus Nono Dan Saeba Nono Dalam Upacara Pernikahan Masyarakat Mollo Desa Salbait Di Kecamatan Mollo Barat Kabupaten Timor Tengah Selatan]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601090137-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2989]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-26 09:07:57]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-26 12:17:10]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>