<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="2994">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Sejarah Kedaluan Pongkor Di Kerajaan Manggarai Pada Masa Pemerintahan Kraeng Baso Tahun 1924 - 1930]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FEBRIANUS ZAKRIUS SULUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSINA APRILYSE NDOEN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fransina Aprilyse Ndoen</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MALKISEDEK TANEO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Joni J. A. Ninu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 76 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Sejarah berdirinya Kedaluan Pongkor di Kerajaan Manggarai pada masa Pemerintahan Kraeng Baso tahun 1924-1930 dan Keadaan politik, ekonomi, kebudayaan Kedaluan Pongkor di kerajaan Manggarai pada masa Pemerintahan Kraeng Baso tahun 1924-1930. Lokasi penelitian ini berada di desa Pongkor Kecamatan Satar Mese Kabupaten Manggarai. ditetapkannya lokasi penelitian tersebut dengan alasan bahwa sejak zaman kerajaan Manggarai, Desa Pongkor menjadi salah satu Kedaluan. Selain itu,  ditetapkannya lokasi penelitian ini berdasarkan pertimbangan bahwa di wilayah ini terdapat bukti-bukti sejarah peninggalan Kedaluan Pongkor dan terdapat informan yang bisa diwawancarai pada saat pengambilan data. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah analisis sejarah dengan langkah-langkah serta menggunakan pendekatan deskriptif dimana peneliti mengumpulkan data kemudian mendeskripsikan data tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedaluan Pongkor merupakan sebuah wilayah otonom dibawah kerajaan Manggarai yang berpusat di Todo. Kedaluan Pongkor dibentuk oleh pemerintahan Belanda yang menerapkan sistem pemerintahan Zelfbestuur (swapraja) berguna untuk menyatuhkan wilayah Indonesia dari Sabang sampai Marauke.(2) Keadaan Politik Manggarai setelah kedatangan kolonial Belanda membawah perubahan di Kedaluan Pongkor  dimana para Dalu diangkat oleh Belanda tidak dipilih melalui demokrasi. Hal ini dapat dilihat dari dari perubahan struktur tata negara tradisional Manggarai para Raja dan Dalu diangkat langsung dan berada dibawah kekuasaan Belanda. Dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Kedaluan Pongkor memanfaatan hasil alam seperti umbi-umbian dengan cara pengolahan yang sangat sederhana dan menggunakan alat yang sangat sederhana pula. Sebagai makhluk sosial pastinya seorang manusia tidak dapat hidup sendiri dan tentu membutuhkan orang lain. Masyarakat hidup dalam suatu kelompok yang membentuk suatu sistem. Sistem yang dibentuk sangat sederhana dapat diartikan sebagai interaksi, kaitan, ataupun hubungan dari unsur yang lebih kecil membentuk suatu satuan yang lebih kompleks. dari sistem pengetahuan masyarakat Pongkor menganut sistem kepercayaan animisme. 
Kata Kunci : Sejarah, Politik , Kedaluan,  Ekonomi, Kebudayaan</note>
<classification><![CDATA[872.01]]></classification><ministry><![CDATA[87201]]></ministry><studentID><![CDATA[1601090160]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20211016]]></identifier><departementID><![CDATA[Pendidikan Sejarah]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.01 SUL S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4243" url="" path="/87201-S1-1601090160-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Sejarah Kedaluan Pongkor Di Kerajaan Manggarai Pada Masa Pemerintahan Kraeng Baso Tahun 1924 - 1930]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[COVER-1601090160-SKRIPSI.jpg.jpg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[2994]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-26 10:10:13]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-26 12:59:35]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>