<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="29991">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Konservasi Kura-Kura Rote (Chelodina mccordi) Berbasis Kearifan Lokal Di Pulau Rote]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Bernadinus Firtom JD</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Maria M. E. Purnama, S.Hut., M.Sc</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Dr. Elisa Iswandono S.Pi.,M.P-</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yusratul Aini, S.Hut., M.Si</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XVI+109 Hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>‘Papadak’ merupakan kearifan lokal asli di Pulau Rote. Konservasi satwa endemic Kura-Kura Rote yang telah punah di habitat aslinya menggunakan papadak untuk mendapatkan dukungan masyarakat. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan pengaruh papadak yang kemudian dijabarkan dalam 3 tujuan meliputi: menganalisis sumber daya alam yang dimanfaatkan di ketiga danau habitat Kura-Kura Rote, mendeskripsikan mengenai upacara adat papadak yang sudah dilaksanakan pada ketiga danau dan menganalisis pengaruh papadak terhadap pengelolaan sumber daya alam di dalam danau habitat Kura-Kura Rote. Penelitian ini selama bulan April tahun 2024 di tiga desa yang memiliki danau habitat kura-kura Rote, yaitu Desa Daiama (Danau Ledulu), Desa Daurendale (Danau Lende Oen), dan Desa Maubesi (Danau Peto). Metode penelitian ini adalah wawancara mendalam, survey (kuisoner) dan observasi langsung. Pemilihan responden wawancara mendalam yaitu ketua adat dan pemilik danau, sementara untuk kuisoner dengan purposive sampling sebanyak 30 responden untuk setiap desa. Analisis data wawancara menggunakan metode analisis kualitatif untuk menjelaskan kegiatan ‘papadak’. Analisis data kuesioner untuk persepsi menggunakan skala linkert dan tingkat pengetahuan menggunakan persamaan Phillips and Gentry (2009). 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya pada ketiga Danau umumnya berkaitan dengan ikan sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap penerapan papadak untuk kura kura rote yang juga hidup di dalam danau bersamaan dengan ikan. Masyarakat pada ketiga danau memiliki dan menjalankan aturan papadak serta terdapat sanksi adat bagi yang melanggar aturan tersebut. Persepsi masyarakat mengenai kura-kura Rote dan Papadak pada Desa Daiama dan Daurendale katagori baik dan Desa Maubesi cukup karena adanya kegiatan penyadaran masyarakat oleh pihak Balai Besar KSDA NTT dan WCS sejak tahun 2016. Hal ini juga terlihat dari nilai perubahan tahunan yang bernilai positif yang artinya terjadi kenaikan tingkat pengetahuan masyarakat setiap tahun. Rekomendasi dari penelitian ini adalah bahwa konservasi kura-kura Rote sepatutnya menggunakan papadak untuk mendukung konservasi satwa tersebut.</note>
<classification><![CDATA[542.51]]></classification><ministry><![CDATA[54251]]></ministry><studentID><![CDATA[2004070021]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241220]]></identifier><departementID><![CDATA[Kehutanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.51 JD K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Prodi_Kehutanan.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[29991]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-08 08:15:49]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 12:23:22]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>