<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30025">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pelayanan Publik Dalam Rumah Tahanan Negara (Studi Pada Pemenuhan Kebutuhan Biologis Bagi Narapidana Di Rutan Kelas II B Ruteng)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FILOMENA OKTAVIANI OJA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Laurensius P. Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>belandina I. Long</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Laurensius P. Sayrani</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Theny I. B. Kurniati Pah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>BELANDINA I. LONG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xv + 117 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Rumah Tahanan Negara sebagai perpanjangan tangan Negara dalam melayani tahanan yang sementara menjalani proses hukum, memiliki tugas pokok untuk melaksanakan perawatan terhadap tersangka atau terdakwa. Selain tugas pokok tersebut, terdapat tanggung jawab untuk membentuk narapidana agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab. Namun sering dijumpai dalam Rutan bahwa hak-hak narapidana belum diberikan sesuai dengan hak mereka sebagai warga negara misalnya hak seksual bagi narapidana. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yang mendasarinya yaitu, kurangnya pemahaman petugas atas ketentuan undang-undang tentang hak asasi manusia dan bahkan oleh narapidana itu sendiri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa di Rutan Ruteng Standar Pelayanan Pemasyarakatan seperti CMK yang dilaksanakan di Rutan Kelas II B Ruteng tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal itu terjadi lantaran adanya syarat-syarat yang cukup ketat dan narapidana harus menempuh sidang untuk pengajuan CMK tersebut. Selain itu, warga binaan lebih tertarik untuk mengajukan PB, CB, maupun CMB dikarenakan mereka langsung dapat kembali ke masyarakat. Di Rutan Ruteng tidak adanya fasilitas khusus atau bilik asmara untuk memenuhi kebutuhan biologis narapidana karena dibatasi atutran. Hal ini menyebabkan mereka menyalurkan hasrat seksualnya dalam beberapa cara. Ada di antara mereka yang mengaku lebih memilih menyalurkan hasrat secara mandiri (onani), ataupun dengan sikap memanfaatkan aktifitas sebagai cara untuk meredam dan mengalihkan pikiran mereka. Pelayanan kesehatan di Rutan Ruteng, masih belum optimal. Hal ini tejradi karena berbagai keterbatasan seperti kurangnya tenaga kesehatan. Tetapi dalam praksisnya, layanan kesehatan di Rutan Ruteng tidak hanya mencakup pemeriksaan penyakit umum, tetapi juga melibatkan skrining infeksi menular seksual (IMS) sebagai bentuk kepedulian untuk warga binaan. Meskipun dari beberapa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan telah dilakukan di rutan ruteng, tidak ditemukan kasus penyakit menular seksual (PMS) pada narapidana. 

Kata Kunci: Standar Pelayanan Pemasyarakatan, Pemenuhan Kebutuhan Biologis Narapidana</note>
<classification><![CDATA[632.01]]></classification><ministry><![CDATA[63201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103010007]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241219]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[632.01 OJA P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-adm-negara.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30025]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-08 10:50:41]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 10:00:01]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>