<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30116">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Studi Etnografi Ritual Dalam Tradisi Huler Wair Pada Prosesi Pernikahan Adat Di Desa Korowuwu Kabupaten Sikka]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>EUCHARIS CHRISTIAN WILLIBORDUS</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YERMIA DJEFRI MANAFE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Fitria Titi Meilawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yermia Djefri Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Aloysius Liliweri</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Fitria Titi Meilawati</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[XI + 103 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Huler Wair merupakan tradisi menerima tamu yang berkunjung ke daerah tersebut atau di Sikka Selain tradisi untuk menerima tamu, tradisi Huler Wair ini dilakukan dalam acara apapum di Kabupaten Sikka, seperti acara pernikahan, acara lodong me atau mengantar anak, sambut baru, kedukaan, dan lainnya sebagainya kecuali hari ulang tahun Pada penelitian ini, peneliti memfokuskan tradisi Huler Wair pada acara pernikahan adat desa Korowuwu .Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mengetahui rangkaian prosesi tradisi dalam Huler Wair pada pernikahan adat di Desa Korowuwu Kabupaten Sikka dan Untuk mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Huler Wair. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode Etnografi dengan data diperoleh dari yang ada di lapangan dapat melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukan dalam proses Ritual Huler Wair di desa korowuwu terdapat tahapan-tahapan atau rangkaian proses, yaitu tahapan pra pelaksanaan atau sebelum yang mana dari pihak keluarga laki-laki mengutus seseorang perwakilan yang disebut dengan Mo’an Delegasi. Mo’an Delegasi (Perwakilan) mendatangi rumah pihak perempuan guna menyampaikan niat dan tujuan bertamu di rumah pihak perempuan. Selanjutnya, pihak perempuan menyampaikan apa saja harus yang dipersiapkan oleh pihak laki-laki sebagai pemberi belis untuk memberikan belisnya kepada pihak perempuan. Lalu setelah kesepakatan itu terjadi, lalu ditentukanlah tanggal kedatangan keluarga pihak laki-laki dengan membawa mahar tersebut, lalu pada waktu pelaksanaanya Waktu tahap pelaksanaan adat Huler Wairi sendiri dilaksanakan dalam satu (1) hari dengan yang diikuti oleh pihak delegasi Laki-laki (termasuk pengantin Laki-laki), pihak delegasi Perempuan dan Pengantin Wanita (dikarenakan adanya Proses Kawin lari) dan prosesi pelaksanaannya  dapat dibagi dalam tiga (3) tahap pelaksanaan.  Lalu untuk niali-nilai yang terkandung dalam tradisi Huler Wair ini setelah peneliti mengkaitkanya dengan teori yang digunakan peneliti menemukan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yaitu:nilai religius,nilai solidaritas dan sosial,spiritual dan nilai ekologis.
Kata Kunci :Huler Wair, Pernikahan, Etnografi, Interaksi Simbolik Korowuwu, Sikka</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003050080]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241223]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 WIL S]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30116]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 08:08:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 14:08:52]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>