<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30139">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA RU’ KETU DALAM RITUAL KEMATIAN (Studi Fenomenologi di kelurahan Rinbesi Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>JULIUS JULIANTO RIWU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>PETRUS ANA ANDUNG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Petrus Ana Andung</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>MARIA YULITA NARA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Emanuel S. Leuape</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[VII + 89 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ru ketu (rambut) merupkan Salah satu Ritual adat yang sangat sakral yang masih dilestarikan oleh masyarakat Sabu sampai dengan saat ini. Ritual Ru Ketu (rambut) wajib di lakukan oleh masyarakat sabu yang berada di tanah perantauan, itual ini juga di lakukan apabila seseorang yang telah meninggal dunia dan jenasah tersebut tidak berada di sabu. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui makna dari tradisi Ru Ketu bagi masyarakat Sabu di kelurahan Rinbesi Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu dan Motif dari pelaksaan Ritual adat Ru Ketu bagi masyarakat Sabu di kelurahan Rinbesi Kecamatan Atambua Selatan Kabupaten Belu. Paradigma yang digunakan adalah interpretatif dengan pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi dengan data diperoleh dari yang ada dilapangan dengan melalui pengamatan wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan ialah Fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan Ru Ketu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Sabu, terutama di Kelurahan Rinbesi. Pertama, Ru Ketu dipahami sebagai ritual pengembalian arwah ke tanah kelahiran mereka, yang penting untuk menjaga keseimbangan spiritual dan memperkuat hubungan dengan leluhur. Ritual ini juga melibatkan simbol-simbol adat seperti pakaian almarhum dan kayu cendana, yang memperkuat makna dan penghormatan dalam prosesi. Kedua, Ru Ketu juga dimaknai sebagai tradisi budaya yang mengekspresikan ikatan emosional antara masyarakat Sabu dan kampung halaman mereka, terutama bagi mereka yang merantau. Lalu Motif masyarakat Sabu dalam melaksanakan tradisi Ru Ketu dapat dipahami melalui dua jenis motif. Pertama, motif untuk (in order to motive), yang berfokus pada masa depan, menunjukkan bahwa pelaksanaan Ru Ketu bertujuan untuk menghindari bencana atau kesialan. Kedua, motif "karena" (because motive), yang berfokus pada masa lalu, mencerminkan kewajiban adat dan warisan budaya.
Kata Kunci : Ru’ Ketu, Fenomenologi, Kematian, Belu</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2003050195]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241218]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 Jul M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Cover_skripsi_Ilmu_Komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30139]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 12:36:19]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 13:51:47]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>