<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30154">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Pengaruh Pemberian Pakan Bekicot (Achatina fulica) Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARLEN BRILIAN RIWU NADJU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>MARCELIN DJ RATOE OEDJOE</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Marcelin Dj Ratoe Oedjoe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Agnette Tjendanawangi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>FRANCHY CH. LIUFETO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 48 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan salah satu ikan air laut yang dapat dibudidayakan karena memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, nilai ekonomis, peluang usaha yang baik, dan memiliki kemampuan adaptasi dengan lingkungan yang baik serta pertumbuhannya yang relatif cepat. Akan tetapi dalam kegiatan budidaya biaya pakan dapat mencapai 60% sampai 70% dari biaya produksi sehingga diperlukannya pakan alternatif yang memiliki harga yang relatif lebih murah namun tidak mengurangi kebutuhan nutrisi dari ikan kakap putih. pemanfaatan bekicot (Achatina fulica) sebagai pakan alternatif mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan kakap putih karena memiliki 59,28% protein, lemak 3,61%, serat kasar 2,47%. 
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian bekicot terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih. penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dan biota yang diuji adalah ikan kakap putih berjumlah 120 ekor dengan ukuran 3 cm. Perlakuan yang dicobakan dalam penelitian ini adalah (A) pakan komersil pelet 5% dari bobot biomassa (B) pemberian bekicot 5% dari bobot biomassa (C) pemberian bekicot 10% dari bobot biomassa (D) pemberian bekicot 15% dari bobot biomassa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pemberian bekicot pada ikan kakap putih memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dengan pertumbuhan tertinggi pada pemberian 5% bekicot dari bobot biomassa yaitu 8,3 g dengan laju pertumbuhan spesifik (SGR) mencapai 0,048 %g/hari pada perlakuan B. Pemberian daging bekicot juga mampu memberikan pengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan kakap putih dengan kelangsungan tertinggi pada perlakuan 5% mencapai 90%. Pemberian bekicot terhadap parameter Feed Convertion Ratio (FCR) memberikan pengaruh nyata dengan nilai konversi terbaik pada pemberian 5% dengan nilai FCR terbaik adalah 1,36. Nilai efisiensi pakan dalam pemberian bekicot terbaik juga terdapat pada perlakuan B 5% bekicot dari bobot biomassa dengan nilai efisiensi pakan terbaik mecapai 73,44%. Dari data hasil penelitian yang telah diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bekicot dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan kakap putih dengan dosis terbaik pada perlakuan B yaitu pemberian 5% bekicot dari bobot biomassa. 

Kata kunci : Ikan kakap putih, Bekicot, Pertumbuhan, FCR, Efisiensi pakan.</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[2013010002]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241113]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 NAD P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30154]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 13:46:47]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-13 12:57:34]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>