<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30157">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Perbandingan Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla serrata) Pada Pemeliharaan Sistem Baterai Dan Sistem Konvensional]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>FRANSISKA WULANDARI PASANG</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>SULEMAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Yulianus Linggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>WESLY PASARIBU</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>SULEMAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xvii + 67 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Kepiting bakau (Scylla serrata) adalah komoditas perikanan penting di Indonesia yang hidup di ekosistem mangrove, estuari, dan tambak. Pertumbuhan kepiting bakau dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, kualitas pakan, dan sistem pemeliharaan. Kepiting bakau dikenal kanibal dan suka bersembunyi di dalam tanah berlumpur, yang bisa menghambat pertumbuhan jika tidak dikelola dengan baik. Dua metode pemeliharaan yang dapat diterapkan adalah sistem baterai, di mana kepiting dipelihara secara individu dalam wadah terpisah dan sistem konvensional, yang memelihara kepiting bersama dalam kolam atau tambak tanpa sekat.
Tujuan penelitian ini untuk membandingkan pertumbuhan dan sintasan kepiting bakau pada wadah pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvensional serta untuk mengetahui faktor kondisi kepiting bakau pada wadah pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvensional. Penelitian ini akan dilaksanakan di Kawasan mangrove, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Merupakan salah satu daerah perairan yang banyak biota laut yang hidup, di daerah perairan tersebut salah satunya adalah kepiting bakau (Scylla seratta). Penelitian ini akan dilaksanakan selama 60 hari (terhitung dari 19 Mei 2024 sampai 18 Juli 2024). Kepiting yang digunakan adalah kepiting bakau (Scylla serrata) dengan bobot 45–60 gram sebanyak 60 ekor kepiting bakau (30 ekor kepiting bakau jantan dan 30 ekor kepitig betina) digunakan sebagai hewan uji dengan kelompok pemeliharaan sistem baterai dan sistem konvesional. Penelitian ini menggunakan metode perbandingan antara dua kelompok data yakni antara kelompok data pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara dalam sistem baterai dengan kelompok data pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara secara sistem konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting bakau yang dipelihara dalam wadah sistem baterai lebih cepat tumbuh dibandingkan kepiting bakau yang dipelihara dalam wadah sistem konvensional sedangakan pada sintasan kepiting bakau pada kedua sistem (sistem baterai dan sistem konvensional) menunjukkan hasil yang sama yaitu 100%. Hal ini menunjukkan bahwa kedua sistem memeiliki efektivitas yang sama dalam menjaga kelangsungan hidup kepiting bakau. Kepiting bakau yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan sistem baterai cendrung lebih gemuk dibandingkan kepiting bakau yang dipelihara didalam wadah pemeliharaan sistem konvensional.

Kata kunci : Kepiting Bakau, Perbandingan, Sistem Baterai, Sistem Konvensional.</note>
<classification><![CDATA[542.43]]></classification><ministry><![CDATA[54243]]></ministry><studentID><![CDATA[2013010011]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241128]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[542.43 PAS P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-bud-perairan_1.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30157]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-09 14:00:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-13 13:04:42]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>