<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30315">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Kajian Viktimologi Terhadap Korban Penipuan Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Di Wilayah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>INDIANI CRISTINA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ORPA GANEFO MANUAIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Orpa Ganefo Manuain</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Debi F. Ng. Fallo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xiv + 77 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Fenomena penipuan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menjadi salah satu bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. Tingginya antusiasme masyarakat untuk menjadi CPNS sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan, mengakibatkan kerugian material dan psikologis pada korban. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peranan korban dalam terjadinya kejahatan penipuan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil di wilayah hukum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur? dan (2) Apakah upaya perlindungan hukum bagi korban penipuan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil di wilayah hukum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur?. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran korban dalam kejahatan penipuan tersebut serta upaya perlindungan hukum yang dapat diberikan.
Pendekatan yang digunakan adalah yuridis empiris dengan metode kualitatif, melalui wawancara langsung terhadap korban dan aparat penegak hukum di Polda NTT. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, korban secara tidak langsung berkontribusi pada kejahatan melalui kepercayaan berlebihan terhadap pelaku dan kurangnya pengetahuan terkait prosedur resmi penerimaan CPNS. Kedua, perlindungan hukum bagi korban meliputi restitusi keuangan, pendampingan hukum, dan kampanye edukasi publik untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Hasil penelitian menemukan bahwa: (1) Peranan korban dalam terjadinya kejahatan penipuan dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di wilayah hukum Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, adalah bahwa korban memiliki kontribusi tidak langsung terhadap terjadinya penipuan tersebut. Banyak korban menunjukkan kepercayaan berlebihan terhadap pelaku yang mengaku memiliki pengaruh untuk memfasilitasi penerimaan CPNS. (2) Upaya perlindungan hukum bagi korban penipuan CPNS di NTT sudah mulai berjalan dengan baik, termasuk melalui pembukaan jalur pengaduan khusus, penyelidikan dan penindakan hukum yang tegas, serta pemberian restitusi kepada korban. Meskipun demikian, penanganan kasus ini masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal edukasi publik dan penegakan hukum yang lebih kuat untuk mencegah terulangnya kasus serupa.

Kata kunci: Penipuan CPNS, Korban Penipuan, Peran Korban, Perlindungan Hukum</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010370]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241218]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 CRI K]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="32480" url="" path="/74201-S1-2002010370-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[Kajian Viktimologi Terhadap Korban Penipuan Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Di Wilayah Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[skripsi-bag-huk-pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30315]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-10 10:42:48]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-10 12:02:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>