<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30584">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Upaya Kepolisian dalam Menanggulangi Tindak Pidana  Perdagangan Orang Studi Kasus Kepolisian Daeran Nusa Tenggara Timur]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Chatarina Siena Marina Moses Dando</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Deddy R. CH. Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rosalind Angel Fanggi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Deddy R. CH. Manafe</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis upaya yang 
dilakukan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) dalam 
menanggulangi tindak pidana perdagangan orang di Provinsi NTT. Jenis 
penelitian ini adalah penelitian empiris dengan menggunakan data primer dan data 
sekunder yang dikumpulkan menggunakan wawancara dan studi pustaka yang 
dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) upaya 
yang dilakukan Kepolisian Daerah NTT dalam menanggulangi tindak pidana
perdagangan orang di Provinsi NTT yaitu upaya Preemmptive, upaya Preventif 
dan upaya Represif (2) kendala yang dihadapi kepolisian dalam menanggulangi
tindak pidana perdagangan orang yaitu banyaknya pelaku yang tidak terdeteksi 
dan orang tua yang lambat dalam melapor, kesulitan kepolisian dalam 
mengumpulkan alat bukti dalam menjerat pelaku dan ketidakmampuan korban 
untuk mengatakan kebenaran dikarenakan korban takut terhadap hal-hal yang 
dapat membahayakan.
 Jenis penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah jenis penelitian 
empiris, yang mana data yang diperoleh secata langsung dari lokasih penelitian 
dan di tambah dengan menela’ah pustaka.
 Hasil Penelitian mennjukan bahwa: 1) Upaya Preemitif Adalah upaya awal 
kepolisian dalam mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Pihak 
kepolisianan melakukan patroli pengawasan dibeberapa titik yang diduga sering
terjadi tindak perdagangan orang, Upaya Preventif Mengadakan sosialisasi kepada
masyarakat serta memberikan pemahaman agar masyarakat tidak mudah 
terpengaruh maupun percaya terhadap tawaran pekerjaan yang diberikan oleh 
seseorang yang artinya masyarakat harus teliti dan mencari tau dimana tempat 
pekerjaan yang ditawarkan, Upaya Represif Melakukan olah TKP ketempat yang 
dicurigai warga, maka paratim khusus melakukan penyelidikan terhadap 
perdagangan orang tersebut maka dilakukan pengecekan atas kasus tersebut. (2) 
Kendala yang dihadapi pihak kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana 
perdagangan orang yaitu kebanyakan para pelaku tindak pidana perdagangan 
orang berada di luar negeri
kata kunci: upaya pencegahan perdagangan orang, kendala yang dihadapi 
kepolisian, perdagangan orang.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2002010126]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241217]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Dan U]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30584]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-17 08:50:40]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-01-20 10:21:27]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>