<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="30713">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Politik Identitas Dalam Pemilihan Legislatif Di Tingkat Kabupaten Studi Kasus Terhadap Calon Legislatif Berlatar Belakang Tokoh Adat Di Kabupaten Sikka Dapil IV (Kecamatan Magepanda, Nita, Paga, Mego, dan Tanawawo)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>YOSEPH ASHTERYANDRIS LOGHO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RUDI ROHI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ambrosius Dedi A. Sinu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Rudi Rohi</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>AKHMAD SYAFRUDDIN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Ambrosius Dedi A. Sinu</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[28]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[xi + 95 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pemilihan legislatif di Kabupaten Sikka menghadirkan  dinamika politik yang terjadi dan isu – isu politik identitas dibangun untuk kepentingan masing – masing calon legislatif. Politik identitas dijadikan sebagai strategi yang digunakan untuk memperoleh suara dalam pemilihan legislatif. Penelitian ini akan menjelaskan tentang politik identitas tokoh adat dalam pemilihan legislatif di tingkat kabupaten. Studi ini akan melihat melalui tokoh adat yang bernama Petrus Woda yang menjadi satu – satunya calon legislatif yang berlatar belakang tokoh adat. Studi kasus Terhadap Calon Legislatif Berlatar Belakang Tokoh Adat di Kabupaten Sikka Dapil IV (Kecamatan Magepanda, Nita, Paga, Mego, dan Tanawawo). Studi ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana politik identitas bekerja untuk memenangkan calon legislatif berlatar belakang tokoh adat. Studi ini menggunakan teori politik identitas menurut Stuart Hull. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data antara lain dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya praktik politik identitas berbasis primordialisme dan instrumentalisme. Mosalaki Ria Bewa ketika dia menjadi aktor utama dalam politik identitas, dia akan memainkan isu – isu yang berbasis sub etnik dan etnik. Bentuk politik identitas yang dimainkan 
oleh  aktor  utama yang namanya  Mosalaki  Ria  Bewa pasti basisnya ras. Mosalaki Ria Bewa ketika dia menjadi aktor utama dalam politik identitas, dia akan memainkan isu – isu yang berbasis produksi dari sub etnik dan etnik. Kemudian mengkonsolidasi isu – isu sub etnik dan etnik yang nantinya kemudian menghasilkan hubungan instrumentalisme yang kuat. Basis produksi yang ada itu sebenarnya dikuasai oleh Mosalaki Ria Bewa yang notabene adalah ras tertentu. Kesimpulan penelitian ini adalah politik identitas terjadi karena kombinasi antara primodialisme dan instrumentalisme. Politik identitas instrumentalisme berbasis material yang sangat kuat. Karena tanah dijadikan alat tukar dengan suara. Tetapi ditahun 2024 politik identitas tidak lagi kuat. 

Kata Kunci: Politik Identitas, Pemilihan Legislatif, Tokoh Adat</note>
<classification><![CDATA[672.01]]></classification><ministry><![CDATA[67201]]></ministry><studentID><![CDATA[1903040015]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20241212]]></identifier><departementID><![CDATA[Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[672.01 LOG P]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-politik.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[30713]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-02-03 09:10:26]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-02-06 12:09:58]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>