<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3083">
<titleInfo>
<title><![CDATA[MAKNA SIMBOL PUAH MAKUKE MANUS MAKUKE DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT ATONI PAH METO DI DESA NEKMESE KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>BOIMEN DARMISAL TALAN</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Leonard Lobo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Anif Istianah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Soleman Bully</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>LEONARD LOBO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Anif Istianah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2021]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[2]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[VIII+ 66]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan ini yaitu: 1) Bagaimana
proses pelaksanaan upacara puah makuke maun makuke dalam upacara perkawinan adat di
Desa Nekmese Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan.? 2) Bagaimana makna
simbol puah makuke maun makuke dalam upacara perkawinan adat di Desa Nekmese
Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan? Tujuan penelitian ini adalah 1)
Mendeskripsikan tata cara proses pelaksanaan upacara puah makuke maun makuke dalam
upacara perkawinan adat di Desa Nekmese Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan.
2) Mendeskripsikan bagaimana makna simbol puan makuke maun makuke dalam upacaran
perkawinan adat di Desa Nekmese Kecamatan Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif
deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tua adat. Jumlah 4 orang tua adat. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Teknik analisis data yang digunakan
analisis deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah yaitu reduksi data, penyajain data dan
penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hingga saat ini masyarakat Desa
Nekmese masih melaksanakan perkawinan adat dengan melalui berbagai tahapan-tahapan
yang ada sejak dahulu. Hal tersebut terwujud dalam berbagai tindakan yang dilakukan oleh
masyarakat setempat di Desa Nekmese hingga saat ini. Seperti pertemuan keluarga laki-laki
dan perempuan untuk makan sirih pinang (tam het mam), peminangan, puah makuke manu
makuke, pemberkatan Nikah hingga meminta ijin untuk membawa mempelai wanita ke
rumah mempelai pria. Masyarakat masih mempertahankan dan menjaga tradisi upacara
pernikahan dengan berbagai proses pelaksanaan dan tahapan-tahapan yang hendak dilakukan
serta melibatkan banyak orang karena masyarakat Desa Nekmese sadar akan pentingnya
makna simbol puah makuke maun makuke dalam upacara perkawinan adat berupa simbol dan
bahasa-bahasa adat sehingga masyarakat tetap menjaga, melestarikan dan menghargai tradisi
perkawinan adat meskipun sudah di era moderen.
Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa masyarakat Desa Nekmese masih
mempertahankan dan menjaga tradisi upacara adat perkawinan dengan berbagai proses
pelaksanaan dan tahapan-tahapan yang hendak dilakukan serta melibatkan banyak orang dan
masyarakat juga sadar akan pentingnya makna simbol puah makuke maun makuke dalam
upacara perkawinan
Kata kunci : Makna simbol, upacara adat perkawin</note>
<classification><![CDATA[87205]]></classification><ministry><![CDATA[87205]]></ministry><studentID><![CDATA[1601070085]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20210524]]></identifier><departementID><![CDATA[FKIP PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[872.05 TAL M]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="4348" url="" path="/87205-S1-1601070085-2021-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[MAKNA SIMBOL PUAH MAKUKE MANUS MAKUKE DALAM UPACARA PERKAWINAN ADAT ATONI PAH METO DI DESA NEKMESE KECAMATAN KIE KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[WhatsApp_Image_2021-10-15_at_10.43.23.jpeg.jpeg]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3083]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-27 17:19:30]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2021-10-28 10:32:20]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>