<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31119">
<titleInfo>
<title><![CDATA[Jurnalisme Lingkungan Mengenai Penyelamatan Orang Utan Dari Perburuan Ilegal Dalam Film Petualangan Sherina 2 (Analisis Semiotika John Fiske)]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NIVELA EVELIN NADYA ULY</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Muhammad Aslam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Mas'amah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Monika Wutun</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Mas'amah</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Muhammad Aslam</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 202 hlm]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perkembangan media massa berperan penting dalam menyampaikan isu sosial, termasuk isu lingkungan. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi alat edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu konservasi satwa liar. Salah satu isu lingkungan yang mendesak adalah perburuan ilegal orang utan yang merupakan primata endemik yang populasinya menurun akibat perburuan dan perusakan habitat. Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan mengidentifikasi penerapan level realitas, representasi, dan ideologi dalam film tersebut, serta bagaimana pesan konservasi lingkungan disampaikan melalui jurnalisme lingkungan mengenai penyelamatan orang utan dari perburuan ilegal yang digambarkan dalam film Petualangan Sherina 2 menggunakan analisis semiotika John Fiske. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika John Fiske, dimana menganalisis melalui tiga level yaitu level realitas,level representasi, dan level ideologi. Objek penelitian terdiri dari 9 scene, diantaranya 3 scene yang menunjukkan jurnalisme lingkungan menempatkan diri pada isu perburuan illegal yang terjadi di hutan Kalimantan, mengidentifikasi isu lingkungan, melakukan riset dan pengumpulan data, 6 scene melakukan peliputan orang utan di lapangan, melakukan investigasi terhadap kasus perburuan illegal terhadap orang utan lalu menganalisis dan menysusn berita hingga pada publikasi dan penyebaran berita, dan pada akhirnya menghasilkan dampak advokasi dan tindak lanjut (Follow-up reporting). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada (1). level realitas, Nilai yang tersembunyi dalam ke 9 scene yakni Human Interest dan Lingkungan, Kritik terhadap Prioritas Media, Konservasi sebagai Tanggung Jawab Bersama, dan Kesadaran akan Keseimbangan dengan alam. Pada (2). level representasi, ke 9 scene memuat teknik sinematografi pada seperti very close-up dan medium shot sebagai alat edukasi dan advokasi dalam menangkap emosi ketika melihat aksi perburuan ilegal terhadap orang utan sebagai korban, mendukung dan memperkuat narasi lewat pencahayaan dan musik sehingga sejalan dengan prinsip jurnalistik yang menekankan faktualitas akurasi, transparansi dan tanggungjawab sebagai alat perubahan sosial. Sementara pada (3). level ideologi yang terdapat dalam 9 scene, yakni ideologi partiarki, kelas, ras, kapitalisme, kolektivisme, materialisme dan ideologi kriminalitas. Dengan demikian Film ini menekankan pentingnya konservasi sebagai tanggung jawab bersama dan menyoroti peran media dalam membangun kesadaran lingkungan.

Kata Kunci: Jurnalisme Lingkungan, Semiotika John Fiske, Film “Petualangan Sherina 2”.</note>
<classification><![CDATA[702.01]]></classification><ministry><![CDATA[70201]]></ministry><studentID><![CDATA[2103050026]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250220]]></identifier><departementID><![CDATA[Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[702.01 ULY J]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[cover-skripsi-ilmu-komunikasi.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[31119]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-03-27 11:16:27]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-11 10:12:26]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>