<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="31626">
<titleInfo>
<title><![CDATA[ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA  KORUPSI YANG DILAKUKAN OLEH PEJABAT TINGGI MILITER]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>REVONY LEDE RIHI</namePart>
<role><roleTerm type="text">Pengarang</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>HERYANTO AMALO</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>ADRIANUS DJARA DIMA</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 2</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Jimmy Pello</namePart>
<role><roleTerm type="text">Ketua Penguji</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Heryanto Amalo</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name">
<namePart>Adrianus Djara Dima</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penguji 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Kupang]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[UPT Perpustakaan Undana]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2025]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[Published]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<itemType>
<itemTypeTerm type="code"><![CDATA[]]></itemTypeTerm>
<itemTypeTerm type="text"><![CDATA[Skripsi]]></itemTypeTerm>
</itemType>
<copyright>
<copyrightTerm type="code"><![CDATA[31]]></copyrightTerm>
<copyrightTerm type="text"><![CDATA[Individu Penulis]]></copyrightTerm>
</copyright>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Skripsi]]></form>
<extent><![CDATA[viii + 44 hal]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Tindak pidana korupsi tidak hanya dilakukan oleh kalangan sipil saja, tetapi 
dapat dilakukan oleh prajurit militer yaitu TNI yang dididik dengan disiplin.
Penanganan kasus korupsi yang dilakukan prajurit TNI bersama-sama masyarakat 
sipil ditangani melalui sidang koneksitas yang diatur dalam KUHAP. Meski telah 
ada aturan yang mengatur, masih terdapat ketidaksesuaian dalam penegakan 
hukumnya. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah sudah sesuai 
kasus korupsi yang dilakukan oleh pejabat milier diadili di Pengadilan Militer? (2) 
Apa yang menjadi kendala dalam penegakan hukum terhadap pejabat tinggi militer 
yang melakukan tindak pidana korupsi?
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu dengan meneliti 
bahan kepustakaan atau bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan 
hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Penelitian hukum normatif adalah suatu 
prosedur penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika 
keilmuan hukum dari sisi normatifnya.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) sudahkah sesuai kasus korupsi 
oleh pejabat militer diadili di Peradilan Militer: Penanganan kasus korupsi di 
Basarnas yang melibatkan oknum militer aktif yang diadili di pengadilan militer 
dinilai tidak sesuai karena akan menimbulkan kesan terhadap penegakan hukum 
yang tidak konsisten, karena bertentangan dengan ketentuan Undang-Undang No.8 
Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan Undang-
Undang No.48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.(2) Kendala dalam 
penegakan hukum terhadap pejabat tinggi militer yang melakukan tindak pidana 
korupsi:Tindak pidana korupsi yang melibatkan anggota TNI aktif bersumber dari 
disharmonisasi Undang-Undang dalam ketentuan UU Peradilan Militer, UU 
Pengadilan Tipikor, UU TNI,UU KPK,dan KUHAP.
Saran peneliti, untuk meminimalisir perbedaan pendapat yang terus muncul, 
sebaiknya dibuat aturan yang ekstensif mengenai koneksitas agar dapat menjadi 
pedoman dalam penaganan kasus korupsi yang melibatkan oknum militer bersama 
masyarakat sipil.
Kata Kunci: Penegakan Hukum, Tindak Pidana, Korupsi, Pejabat Tinggi 
Militer.</note>
<classification><![CDATA[742.01]]></classification><ministry><![CDATA[74101]]></ministry><studentID><![CDATA[2102010252]]></studentID><identifier type="isbn"><![CDATA[20250313]]></identifier><departementID><![CDATA[Hukum]]></departementID><urlCrossref><![CDATA[]]></urlCrossref><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Repository UPT Perpustakaan Undana]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[742.01 Rih A]]></shelfLocator>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="33347" url="" path="/74201-S1-2102010252-2025-SKRIPSI.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[ANALISIS PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA  KORUPSI YANG DILAKUKAN OLEH PEJABAT TINGGI MILITER]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><slims:image><![CDATA[Skripsi_Bag_Huk_Pidana.png.png]]></slims:image>
<recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[31626]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-15 10:17:12]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2025-04-15 12:55:07]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>